Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank of Japan Mengakhiri Era Suku Bunga Negatif

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 16:50 WIB | Oleh:

Pada hari Selasa, BoJ juga menghapus kontrol kurva imbal hasil, kebijakan lain yang diterapkan pada tahun 2016 untuk memperkuat langkah pelonggaran moneter besar-besaran dengan membatasi imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun.

BoJ mengatakan akan mempertahankan kebijakannya untuk membeli sekitar 6 triliun yen (40 miliar dolar AS) per bulan obligasi pemerintah Jepang, sebuah janji yang menggarisbawahi berlanjutnya pelemahan perekonomian karena konsumsi rumah tangga masih lesu.

Namun pihaknya akan menghentikan pembelian dana yang diperdagangkan di bursa dan dana investasi real estat Jepang.

Sebagai bagian dari kerangka baru ini, BoJ akan menerapkan tingkat suku bunga sebesar 0,1 persen pada simpanan di bank sentral, menghilangkan sistem biaya pinjaman tiga tingkat yang rumit yang diterapkan untuk membatasi dampak kebijakan suku bunga negatif terhadap pendapatan bank-bank komersial.

"Sekarang setelah langkah-langkah pelonggaran moneter skala besar telah memenuhi perannya, kita perlu memikirkan untuk mengurangi neraca kita. Suatu saat nanti kami akan menurunkan jumlah pembelian JGB," kata Ueda.

Walaupun suku bunga negatif sudah diperkirakan akan berakhir, para ekonom berbeda pendapat mengenai seberapa jauh BoJ akan menghapuskan langkah-langkah lain seperti pengendalian kurva imbal hasil dan pembelian ETF.

Sayuri Shirai, mantan anggota dewan BoJ yang menentang pemberlakuan suku bunga negatif pada tahun 2016, mengatakan bahwa karena kondisi perekonomian belum siap untuk kenaikan suku bunga tambahan, BoJ tampaknya memutuskan hanya memiliki satu kesempatan untuk bertindak.

"Kita harus memberikan penghargaan kepada Bapak Ueda atas tekad dan keberaniannya. Alih-alih melakukannya secara bertahap, dia malah menghentikan semuanya dan itu mungkin berarti memang begitu," katanya.

Namun ekonom UBS, Masamichi Adachi, mengatakan, panduan ke depan yang baru dari BoJ memberikan fleksibilitas kepada Ueda untuk menaikkan suku bunga, karena bank tersebut tidak memberikan syarat untuk mempertahankan sikap kebijakan moneternya yang longgar. "Pasar masih bereaksi dovish karena mereka tidak yakin inflasi Jepang akan stabil dan BoJ akan mampu menaikkan suku bunga," tambahnya.

Adachi memperkirakan, BoJ akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,25 persen pada musim gugur, dan melakukan kenaikan lagi pada musim semi tahun 2025 jika kondisi ekonomi AS tetap kuat.

Keputusan Ueda ditentang oleh dua anggota dewan BoJ, salah satunya berpendapat bahwa keputusan tersebut seharusnya menghindari penghapusan suku bunga negatif dan pengendalian kurva imbal hasil sampai "siklus baik" antara upah dan harga menjadi lebih solid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.