Jemput Bola, Imigrasi Layani Pembuatan Paspor di Badau Perbatasan RI-Malaysia
Senin, 18 Mar 2024, 00:03 WIBKapuas Hulu - Kantor Imigrasi Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan program jemput bola pelayanan pembuatan paspor bagi masyarakat yang dipusatkan di Kecamatan Badau perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Dengan memberikan pelayanan langsung di perbatasan, kami berusaha memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki dokumen penting yaitu paspor dengan harapan masyarakat bisa secara resmi keluar masuk di pintu batas negara," kata Kepala Imigrasi Putussibau Uray Aliandri, di Putussibau Kapuas Hulu, Minggu.
Uray mengatakan dalam program inovatif layanan pembuatan paspor di perbatasan salah satu tantangan adalah ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi, namun bisa diatasi dengan alat penguat signal.
Menurutnya, paspor sangat penting bagi masyarakat di perbatasan karena memang antara Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki ketergantungan dan satu daratan.
"Warga perbatasan sangat memerlukan paspor untuk memudahkan mereka keluar masuk Malaysia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan silahturahmi dengan kaum kerabat masyarakat di perbatasan," katanya.
Uray memastikan agar masyarakat perbatasan tidak ada lagi yang tidak memiliki paspor, karena memang suatu kebutuhan apabila ingin berpergian ke negara tetangga dengan jalur yang resmi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau.
Sementara itu, Camat Empanang Herman Goe mengatakan masyarakat daerah perbatasan sangat terbantu atas pelayanan jemput bola dari Imigrasi Putussibau.
"Warga kami di daerah perbatasan baik yang di Badau mau pun dari Empanang sangat antusias mengikuti pelayanan pembuatan paspor tersebut," ucapnya.
Goe berharap kemudahan pembuatan paspor melalui program jemput bola itu dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat perbatasan bisa semuanya dengan mudah mendapatkan paspor.
"Karena jika tidak ada program jemput bola itu, masyarakat cukup jauh harus datang ke Putussibau tentunya memerlukan biaya yang cukup besar juga, jadi kami berharap kemudahan seperti ini terus dilakukan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 Sambut Nyepi dan Promosikan Seni Budaya Bali
-
Kongres AS Desak Batasi Akses Tiongkok ke Peralatan Pembuatan Chip
-
Awas! Ini Bahaya Thrifting bagi Kesehatan Kulit, dari Gatal-gatal hingga Infeksi Bernanah
-
APBN 2026: IKN Masih Kebagian Rp6,3 Triliun, Menkeu Purbaya Ungkap Arahan Presiden Prabowo
-
10 Negara Paling Top Izinkan Kewarganegaraan Ganda, Ada Tetangga Indonesia Juga!
-
102 Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Makassar
-
Kejar Waktu, BOPPJ Pacu Proyek Raksasa Pengaman Pantura Jawa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.