Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kukar Ingin Pembangunan Daerah Sejalan IKN

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Kukar Ingin Pembangunan Daerah Sejalan IKN Doc: antara
Ket. Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono.

KALIMANTAN TIMUR - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), menginginkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan segaris dan berdampingan dengan pembangunan daerah karena Kukar adalah mitra IKN dan ada enam kawasan yang saling delineasi.

"Kukar sebagai mitra IKN yang beririsan langsung dengan wilayah IKN, menginginkan agar bisa berdiri berdampingan dalam pembangunan, yakni pembangunan di Kukar seiring dengan terbangunnya IKN," kata Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Rabu (13/3).

Sedangkan enam kawasan yang memiliki garis batas wilayah atau masuk dalam delineasi IKN adalah Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Samboja Barat, Sanga-Sanga, dan Kecamatan Muara Jawa, sedangkan di Kabupaten Penajam Paser Utara ada dua kecamatan, yaitu Sepaku dan Penajam.

Pemkab Kukar berharap adanya pemindahan IKN dapat membawa perubahan lebih baik di berbagai bidang bagi daerah di Kaltim umumnya dan di Kukar khususnya, termasuk dapat memberikan dampak positif bagi otonomi daerah demi kesejahteraan rakyat.

"Kabupaten Kukar sebagai mitra pembangunan IKN sangat mendukung segala proses pembangunan IKN secara sinergi dan terintegrasi, seiring dengan semangat UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN yang telah diubah dengan UU Nomor 21 Tahun 2023," katanya.

Menurut dia, luas wilayah Kukar mencapai 27,263.10 KM persegi, terdiri dari 20 kecamatan, 193 desa, 44 kelurahan, dengan jumlah penduduk 765.284 jiwa, dan memiliki berbagai potensi serta sumber daya alam terbarukan ataupun tak terbarukan.

Dia mengatakan semua potensi tersebut dikelola melalui semboyan Kukar Idaman (Inovatif, Berdaya saing, dan Mandiri), sehingga kebijakan pembangunan pun bersinergi dengan IKN karena sebagai mitra.

"Kukar Idaman merupakan filosofi pembangunan Kukar 2021-2026 merupakan gerakan bersama yang mengoptimalkan seluruh potensi daerah dengan mendorong kreativitas dan inovasi seluruh pelaku pembangunan," jelas Sunggono.

Hal ini dilakukan untuk menciptakan daya saing dan kemandirian daerah, menurut dia, didasari atas semangat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, termasuk dengan Otorita IKN.

Dia mengatakan salah satu kebijakan Kukar menyambut IKN adalah pola ruang wilayah berkaitan dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang IKN, yakni Pemkab Kukar sudah menyiapkan konsep yang berkaitan dengan mitra IKN.

Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara dimekarkan menjadi tujuh kecamatan untuk memenuhi syarat sebagai daerah otonom kabupaten, seiring Kecamatan Sepaku masuk wilayah IKN yang dipimpin Kepala Otorita IKN (OIKN). Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.