- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Serang Misil dan 'Drone...
AS Serang Misil dan 'Drone' Huthi
Sabtu, 09 Mar 2024, 02:59 WIBDUBAI - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan serangan pertahanan diri pada Kamis (7/3) terhadap empat misil jelajah antikapal bergerak (anti-ship cruise missile/ASCM) dan satu kendaraan udara tak berawak (UAV) Huthi yang berada di wilayah Yaman yang dikuasai kelompok pemberontak itu.
"Pasukan kami menembak jatuh tiga UAV yang diluncurkan menuju Teluk Aden dari wilayah yang dikuasai Huthi yang didukung Iran di Yaman," ungkap CENTCOM.
Serangan itu dilancarkan setelah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/3) berjanji akan meminta pertanggungjawaban pemberontak Huthi di Yaman atas serangan terhadap kapal curah yang menewaskan dua orang, yang tampaknya merupakan korban jiwa pertama dalam serangan pemberontak terhadap kapal kargo.
"Kami akan terus meminta pertanggungjawaban mereka. Kami menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia untuk melakukan hal yang sama," kata juru bicara kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, kepada wartawan.
Pemberontak Huthi yang menguasai sebagian besar Yaman dan didukung oleh Iran, menyerang kapal-kapal di perairan komersial yang penting sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap Palestina ketika Israel menggempur Gaza yang dikuasai Hamas sebagai tanggapan terhadap serangan 7 Oktober.
Serangan kapal Huthi tidak hanya mengganggu perdagangan internasional, namun juga mengganggu kebebasan navigasi di perairan internasional, serta tidak hanya membahayakan pelaut, namun kini secara tragis menewaskan sejumlah dari mereka," kata Miller.
Ketika ditanya apakah serangan terbaru ini menunjukkan kegagalan serangan AS dan Inggris terhadap kelompok Huthi, Miller berkata, "Kami selalu menjelaskan bahwa ini akan menjadi proses jangka panjang, baik untuk mencegah maupun untuk menurunkan kemampuan Huthi dalam melaksanakan serangan."
Di lain pihak, kelompok Huthi Yaman pada Rabu mengatakan bahwa AS dan Inggris telah melakukan dua serangan udara yang menyasar Bandara Internasional Al Hudaydah di Yaman barat.
"Dua serbuan oleh pesawat tempur AS dan Inggris menargetkan Bandara Internasional Al Hudaydah," demikian laporan saluran televisiAl Masirahyang berafiliasi dengan Huthi lewatTelegram, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai apakah serangan tersebut menyebabkan korban jiwa atau kerusakan material.
Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah dua pelaut tewas dan beberapa lainnya terluka setelah misil Huthi menghantam kapal curah berbendera Barbados, True Confidence, di Teluk Aden.
Sebelum perang terjadi antara pemerintah Yaman dengan Huthi sembilan tahun lalu, Bandara Internasional Al Hudaydah menyediakan layanan penerbangan domestik dan internasional, namun saat ini tidak beroperasi. Al Hudaydah, selain memiliki garis pantai yang panjang, juga merupakan salah satu provinsi terpenting Yaman karena menjadi tempat tiga pelabuhan vital.
Sejak awal tahun ini, koalisi pimpinan AS telah melancarkan serangan udara terhadap sasaran Huthi di Yaman sebagai balasan atas serangan mereka terhadap kapal-kapal yang lewat, yang terkadang mendapat balasan dari kelompok tersebut.
Dengan intervensi Washington DC dan London serta terjadinya ketegangan yang semakin meningkat pada Januari, dan Huthi mengumumkan bahwa mereka menganggap semua kapal AS dan Inggris sebagai sasaran militer.
Kabel Bawah Laut
Sementara itu seorang pejabat pertahanan AS pada Kamis menyatakan bahwa jangkar kapal yang diserang pemberontak Huthi Yaman telah memutus kabel internet dan komunikasi global di bawah Laut Merah.
"Kami saat ini menilai bahwa kerusakan yang terjadi pada kabel bawah laut adalah akibat dari serangan misil Huthi pada 18 Februari terhadap kapal kargo Rubymar, yang kini telah tenggelam," kata pejabat itu.
Serangan tersebut telah memaksa awak kapal untuk membuang sauh dan meninggalkan kapal. Penilaian awal menunjukkan bahwa jangkar yang terseret di dasar laut kemungkinan besar telah memutus kabel bawah laut yang menyediakan layanan internet dan telekomunikasi di seluruh dunia. AFP/Anadolu/ST/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Kukar Latih 30 Juru Sembelih Halal Jelang Idul Adha
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
KDM: Kerusakan Tata Ruang Bogor Jadi Ancaman Serius Hilir hingga Jakarta, Bekasi, dan Karawang
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.