- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menlu Marco Rubio Tegaskan...
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
Jumat, 05 Jun 2026, 01:10 WIBWashington â Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menegaskan bahwa operasi militer AS terhadap Iran yang dikenal sebagai Operasi âEpic Furyâ telah berakhir, meskipun ketegangan dan serangan di kawasan Timur Tengah masih terus berlangsung.
Dikutip dari The Straits Times, dalam kesaksiannya di hadapan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS pada Rabu (3/6), Rubio mengatakan Washington tidak lagi menjalankan serangan berkelanjutan di wilayah Iran karena tujuan utama operasi tersebut telah tercapai. âKami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury telah berakhir,â kata Rubio.
Menurut dia, AS menganggap operasi tersebut berhasil karena mampu melemahkan kemampuan militer Iran secara signifikan. âKami mendefinisikan kemenangan sebagai penghancuran basis industri pertahanan mereka, pengurangan signifikan jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, dan pengurangan signifikan jumlah drone mereka,â ujarnya.
Rubio menambahkan bahwa AS juga berhasil merusak kemampuan udara dan laut konvensional Iran. âDan kami mencapai semua itu, di samping menghancurkan sisa angkatan udara mereka dan melenyapkan seluruh angkatan laut konvensional mereka,â katanya.
 Namun, pernyataan tersebut mendapat kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat yang menilai konflik belum benar-benar berakhir. Mereka menyoroti masih berlanjutnya serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan, termasuk serangan ke Kuwait pada 3 Juni yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Perwakilan DPR AS dari California, Sara Jacobs, mempertanyakan klaim kemenangan Washington. âAnda bisa mengubah nama operasinya. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa Selat masih ditutup, dan anggota militer saya, dan semua anggota militer kita, masih berada dalam bahaya,â kata Jacobs.
Persediaan Uranium
Selain membahas konflik, Rubio juga memberikan perkembangan terbaru mengenai upaya diplomatik antara Washington dan Teheran.
 Ia menyebut isu persediaan uranium yang diperkaya Iran masih menjadi pokok pembahasan utama dalam negosiasi.
Pemerintah AS tetap menuntut Iran menyerahkan uranium yang telah diperkaya mendekati tingkat senjata nuklir, membatasi program nuklirnya, serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai syarat menuju kesepakatan damai.
âSaya rasa sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan, hal itu telah dijelaskan dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini,â kata Rubio.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik
-
Sawah 18,6 Hektare di NTB Kering, PU Salurkan 25.000 Liter Air Irigasi Agar Tak Gagal Panen
-
Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
The Batman: Part II: Stunt Double Scarlett Johansson Terlihat dalam Batmobile
-
Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di Jadetabek, Hanya untuk Bayar PKB Tahunan!
-
Harga Minyak Mentah Tembus $91 Usai Trump Keluarkan Peringatan Baru ke Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.