Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Peka Gender Maksimalkan Pertumbuhan, Kurangi Kesenjangan

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ekonomi peka gender menjadi upaya yang signifikan untuk mengatasi ketidaksetaraan dan mendukung pemberdayaan perempuan. Berdasarkan studi Dana Moneter Internasional (IMF) tahun 2022, kebijakan makroekonomi peka gender dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, ketahanan dan stabilitas ekonomi, serta menurunkan ketimpangan gender dalam pendapatan.

Ekonomi peka gender penting untuk menyikapi kebijakan yang melibatkan risiko ketidaksetaraan atau dampak negatif pada kelompok gender tertentu, termasuk pemotongan anggaran yang berdampak negatif pada layanan dasar yang seringkali vital bagi perempuan, seperti kesehatan dan pendidikan. Tak hanya itu, hal tersebut juga penting menyikapi kebijakan privatisasi yang melibatkan peralihan unsur publik kepada swasta yang cenderung fokus pada keuntungan finansial tanpa memprioritaskan responsif gender.

Kebijakan makroekonomi peka gender melibatkan serangkaian langkah yang dirancang untuk memperhitungkan dampak berbeda dari kebijakan ekonomi terhadap perempuan dan laki-laki.

Langkah pertama, meningkatkan investasi pada sumber daya manusia perempuan memberi manfaat kesetaraan akses terhadap layanan, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga bursa kerja. Kesetaraan peluang ini menjadi investasi yang mempromosikan kesempatan yang adil dan sama bagi perempuan.

Langkah kedua, memberikan kesempatan perempuan untuk bekerja di luar rumah atau memulai usaha. Perlunya reformasi perpajakan, keterbukaan pasar kerja, dan kemudahan memperoleh akses modal sebagai bentuk upaya pemberdayaan perempuan.

Langkah ketiga, mengatasi bias gender dengan secara tegas adanya tindakan sosial dan hukum yang progresif. Upaya seperti mengkriminalisasi kekerasan dalam rumah tangga dan membatasi pernikahan dini dapat mengubah paradigma ketidaksetaraan gender dan mempercepat pemberdayaan perempuan.

Langkah keempat, meningkatkan kesempatan keterwakilan perempuan menempati posisi pemimpin di manajerial maupun di pemerintahan. Upaya ini dianggap dapat membentuk fondasi yang lebih kuat untuk kesetaraan gender dan mendorong transformasi sosial yang adil dan inklusif.

Riset oleh IMF tahun 2022 menunjukkan semakin besar keterwakilan perempuan di lembaga keuangan dan pembuatan kebijakan keuangan akan berdampak pada semakin besarnya ketahanan keuangan. Di sisi lain, kepemimpinan perempuan dianggap memiliki kinerja dan profitabilitas yang lebih baik.

Anggaran responsif gender

Salah satu cara untuk merangsang partisipasi perempuan dalam penerapan ekonomi peka gender adalah menghadirkan [anggaran responsif gender].

Anggaran tersebut harus diimplementasikan dengan regulasi dan kebijakan yang tidak hanya sekedar netral gender, namun juga afirmatif. Dengan kata lain, kebijakan yang ada harus mengadopsi langkah-langkah khusus yang bertujuan untuk memperkuat posisi dan kesejahteraan ekonomi perempuan.

Anggaran responsif gender ini perlu menjadi komitmen dalam Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional. Panduan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk merancang anggaran responsif gender perlu terdiri dari tiga unsur.

Pertama, anggaran khusus target gender, yaitu alokasi untuk memenuhi kebutuhan dasar perempuan seperti anggaran fasilitas nursery room.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.