- Home
-
- Megapolitan
-
- Satgas Pemantau Ciliwung D...
Satgas Pemantau Ciliwung Didirikan Dinas Lingkungan Hidup DKI
Senin, 04 Mar 2024, 15:46 WIBJAKARTA - Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta secara resmi mendirikan Satuan Tugas Khusus Segmen Sungai Ciliwung yang akan menangani sampah di Sungai Ciliwung sepanjang tahun atau dalam arti tidak hanya aktif di saat musim hujan.
"Pembentukan Satgas Ciliwung merupakan upaya serius UPS Badan Air agar Sungai Ciliwung bebas dari sampah," kata Kepala UPS Badan AirDLH DKI Jakarta Dadang Cahya Rusdiana melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Dadang mengatakan Satgas Ciliwung ini terbagi menjadi lima segmen yang dimulai dari hulu Ciliwung di Jakarta yaitu di Universitas Indonesia perbatasan Jakarta-Depok hingga Saringan Sampah TB. Simatupang.
Kemudian, TB. Simatupang hingga sodetan Ciliwung (segmen dua), sodetan Ciliwung hingga pintu air Manggarai (segmen tiga), lalu pintu air Manggarai hingga muara (segmen empat) dan di sepanjang Sungai Ciliwung lama (segmen lima).
Satgas ini beranggotakan 140 orang yang berasal dari berbagai Satuan Pelaksana (Satlak) UPS Badan Air Kecamatan yang dilintasi Sungai Ciliwung yang bertugas memantau dan membersihkan sampah di sepanjang sungai secara berkesinambungan.
Dadang menambahkan Satgas Ciliwung akan dilengkapi dengan peralatan yang memadai, seperti perahu karet, jaring sampah, alat angkut sampah, hingga alat keamanan bagi para petugas.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyebut pembentukan satgas ini akan memperkuat DLH DKI Jakarta dalam mengatasi timbulan sampah yang terjadi di Sungai Ciliwung.
"Dengan kombinasi Satgas Ciliwung dan Saringan Sampah TB. Simatupang, Kami optimis dapat mengendalikan timbulan sampah di Sungai Ciliwung dan meminimalisir potensi banjir akibat sampah," ujar dia.
Senada dengan Dadang, dia mengatakan Satgas Ciliwung bertugas memantau dan membersihkan sampah di sepanjang Sungai Ciliwung secara berkesinambungan sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang terbawa aliran sungai dan berpotensi menyebabkan banjir.
"Kami berharap dengan sinergisemua pihak, termasuk masyarakat, Sungai Ciliwung dapat menjadi sungai yang bersih dan bebas dari sampah, dan resiko banjir bisa diminimalisir," demikian kata Asep.
- Sungai Ciliwung
- Unit Penanganan Sampah
- UPS
- Badan Air Dinas Lingkungan Hidup
- Satgas Pemantau Ciliwung
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
KPK Buru Pemilik Blueray Cargo, John Field di Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
-
Menlu RI-Korsel Bertemu, Sepakati Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan
-
Respons Cepat TNI Satgas Kizi Konga XXXVII-K Amankan Ancaman Bom di Bouzum
-
Tim SAR Evakuasi Jasad Wanita Diterkam Buaya di Sungai Konawe Utara
-
Voli Putri U-21 Harus Lebih Siap Hadapi SEA Games
-
Bus Sekolah Menghantam Truk yang Sedang Berhenti di Afrika Selatan, 13 Anak Tewas
-
Rupiah Hari Ini Tertekan Lagi! Pasar Global Gelisah, The Fed Belum Beri Kejelasan Sinyak Kebijakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.