Rupiah Hari Ini Tertekan Lagi! Pasar Global Gelisah, The Fed Belum Beri Kejelasan Sinyak Kebijakan
Selasa, 14 Okt 2025, 19:40 WIBJAKARTA â Nilai tukar rupiah kembali tertekan seiring meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Pasar masih menanti sinyal jelas terkait waktu dan besaran penurunan suku bunga The Fed, yang membuat investor cenderung menahan diri dan memilih aset dolar AS sebagai pelindung nilai. Kondisi ini menambah tekanan pada mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Meski demikian, faktor domestik yang relatif stabilâseperti inflasi terkendali dan cadangan devisa yang kuatâmenjadi penopang agar pelemahan tidak berlangsung terlalu dalam.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (14/10) sore, melemah sebesar 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.603 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS.
Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini (14/10) justru menguat ke level Rp16.577 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.580 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange ICDX Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah sebagai imbas kondisi pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
âMeski sebagian pelaku pasar mulai memperkirakan kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga pada awal tahun depan, data ekonomi AS yang relatif kuat serta penguatan indeks dolar membuat permintaan terhadap aset dolar kembali meningkat,â ucapnya di Jakarta.
Sentimen lainnya berasal dari kekhawatiran atas potensi perang tarif baru antara AS dengan China, serta kebuntuan anggaran di Washington yang masih berlanjut dan berujung pada ancaman government shutdown, turut mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS maupun emas.
âPelemahan rupiah terjadi di tengah kombinasi sentimen global yang cenderung menahan minat risiko investor,â ungkapnya.
Secara keseluruhan, lanjut Taufan, pelemahan rupiah hari ini lebih dipengaruhi sentimen global yang masih risk-off, sementara sentimen positif seperti ekspektasi penurunan suku bunga The Fed belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal.
âKe depan, arah pergerakan rupiah diperkirakan masih akan ditentukan oleh dinamika data ekonomi AS, perkembangan geopolitik global, serta ekspektasi terhadap langkah The Fed dalam beberapa bulan mendatang,â ujar dia.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Persis Keluar dari Zona Degradasi Setelah Menang 3-0 atas Bali United
-
Cari Informasi Lebih Cepat Tanpa Pindah Aplikasi lewat Circle to Search
-
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
-
Pemkot Tangerang Larang ASN Keluar Kota saat "WFA"
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan Penahanan Harga BBM
-
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY
-
Akses Tani Kini Mulus, TMMD Kutai Barat Sukses Tembus Jalan 3.500 Meter dalam 30 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.