Bus Sekolah Menghantam Truk yang Sedang Berhenti di Afrika Selatan, 13 Anak Tewas

Selasa, 20 Jan 2026, 10:04 WIB

JOHANNESBURG - Sebuah truk dan sebuah minibus sekolah bertabrakan di provinsi Gauteng, Afrika Selatan, Senin (19/1), menewaskan sedikitnya 13 anak, kata pihak berwenang.

Laporan awal menunjukkan setidaknya 11 anak sekolah meninggal di tempat kejadian, dua lainnya meninggal karena luka-luka mereka di rumah sakit.

Ket. Foto: Polisi memeriksa lokasi tabrakan antara truk dan minibus yang membawa anak-anak sekolah di Vanderbijlpark, selatan Johannesburg, Afrika Selatan, Senin, 19 Januari 2026. — Sumber: AP

Kendaraan tersebut mengangkut siswa ke berbagai sekolah dasar dan sekolah menengah di barat daya Johannesburg pada hari Senin ketika insiden terjadi sekitar pukul 7 pagi, menurut pihak berwenang.

Saksi mata mengatakan minibus yang membawa anak-anak tersebut menyalip kendaraan yang berhenti ketika menabrak truk dalam tabrakan langsung. Polisi mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki dan pengemudi truk akan diinterogasi.

Menteri pendidikan provinsi Matome Chiloane mengatakan kepada wartawan bahwa pengemudi bus sekolah juga akan diselidiki karena kemungkinan mengemudi secara sembrono.

Layanan Darurat Gauteng mengangkut lima pasien ke Rumah Sakit Sebokeng, sementara dua lainnya dibawa ke Rumah Sakit Kopanong untuk perawatan medis lebih lanjut. Sopir bus juga mengalami cedera dan termasuk di antara mereka yang dibawa ke rumah sakit.

Orang tua terlihat menangis tak terkendali di lokasi kecelakaan, sementara layanan darurat mengumpulkan buku dan alat tulis.

Presiden Cyril Ramaphosa mengungkapkan kesedihannya atas kehilangan nyawa tersebut, dan mengatakan pemerintah nasional dan provinsi akan memberikan dukungan psikososial yang diperlukan kepada keluarga dan sekolah.

“Anak-anak kita adalah aset paling berharga bangsa dan kita harus melakukan semua yang kita bisa — mulai dari mematuhi peraturan lalu lintas hingga kualitas penyedia layanan,” kata Ramaphosa.

Menteri Pendidikan Dasar negara itu, Siviwe Gwarube, mengatakan banyak kecelakaan yang melibatkan transportasi sekolah disebabkan oleh kesalahan pengemudi. Ia juga meminta Departemen Transportasi untuk memastikan bahwa kendaraan yang dipercayakan untuk mengangkut anak-anak sekolah layak jalan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.