Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terobosan Cerdas, BRIDA Kembangkan Potensi Cagar Budaya di Sulteng untuk Tingkatkan Pariwisata

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Cerdas, BRIDA Kembangkan Potensi Cagar Budaya di Sulteng untuk Tingkatkan Pariwisata Doc: ANTARA/HO-BRIDA SULTENG
Ket. Kepala Bidang (Kabid) Riset, Inovasi, dan Teknologi Daerah BRIDA Sulteng, Hasim R (kiri) saat memaparkan pengembangan situs megalit di Sulawesi Tengah.

Sigi - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) memetakan pengembangan situs megalit sebagai potensi cagar budaya dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata budaya di wilayah itu.

"Riset terkait pencanangan Sulawesi Tengah menjadi seribu megalit melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), akademisi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu dan Universitas Muhammadiyah," kata Kepala Bidang (Kabid) Riset, Inovasi, dan Teknologi Daerah Hasim R di Palu, Sabtu.

Dia mengemukakan sudah beberapa kali dilakukan penelitian yakni Nicolaus Adriani dan Albertus Cristiaan Kruyt pada tahun 1898 silam untuk mencari tahu situs-situs cagar budaya berupa megalit di Sulawesi Tengah.

Menurut Hasim dengan adanya pengembangan situs budaya megalit dapat meningkatkan potensi pariwisata masuk ke Sulawesi Tengah baik dari kunjungan lokal maupun nasional hingga internasional.

"Megalit merupakan budaya yang umumnya diwujudkan dalam bentuk megalit yang pembuatannya dimaksudkan sebagai lambang atau sarana pemujaan terhadap nenek moyang pada zaman dahulu," ucapnya.

Sementara Peneliti riset megalit Haliadi Sadi menuturkan bahwa cagar budaya adalah warisan yang bersifat kebendaan yakni benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan cagar budaya didarat maupun diair yang perlu di lestarikan keberadaannya.

"Pentingnya menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan melalui proses penetapan ini, karena semua ini berdasarkan Undang-undang Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010," kata Haliadi menjelaskan.

Hasil riset sebelumnya empat lembah di Sulawesi Tengah yang terdapat situs megalit yakni Lembah Behoa, Lembah Bada, Lembah Napu dan Lembah Palu serta Lindu.

"Dari empat lembah di Sulteng hanya situs Pokekea sudah ditetapkan sebagai cagar budaya Nasional dan untuk di Lembah Behoa ditemukan 31 pemukiman megalit serta tujuh pemukiman kuna dengan luasan itu mencapai 350 hektare," ujarnya.

Oleh karena itu, Haliadi menegaskan sejarah Sulawesi Tengah merupakan sejarah kontinuitas sejak dua abad sebelum masehi hingga sekarang.

"Situs megalit di Sulawesi Tengah yang sudah ditemukan yakni situs Tadulako, Pada Hadoa, Ntowera, Pokekea, Wineki, Halu Tawe dan Pada Lalu, kemudian untuk situs Pokekea berfungsi untuk situs pemukiman, penguburan dan pemujaan," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sulteng, kunjungan ke Sulawesi Tengah pada tahun 2023 mencapai 8 ribu lebih wisatawan mancanegara dan 5 juta lebih wisatawan Nusantara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.