Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bantul Tata Gumuk Pasir Parangtritis

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Pemkab Bantul Tata Gumuk Pasir Parangtritis Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Gumuk Pasir Parangtritis di kawasan selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali melakukan penataan kawasan Gumuk Pasir Parangtritis untuk menumbuhkan kembali gundukan pasir sebagai upaya menjaga fungsi konservasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan penataan kawasan Gumuk Pasir Parangtritis salah satunya dilakukan melalui rencana penyesuaian rute jip wisata di lokasi tersebut.

"Selama ini rute jip berada di zona inti gumuk pasir, agar gumuk pasir bisa tumbuh, perlu dilakukan penyesuaian rute," kata Ari di Yogyakarta, Sabtu.

Pemkab Bantul bersama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) telah beberapa kali berkoordinasi dengan komunitas paguyuban jip wisata Parangtritis untuk membahas rencana penyesuaian rute tersebut.

"Ke depan diimplementasikan, aktivitas jip tetap diperbolehkan, tetapi rutenya disesuaikan agar gumuk pasir di zona inti bisa tumbuh," katanya.

Ia belum menjelaskan secara rinci penyesuaian rute yang nantinya diterapkan.

Namun, pihaknya telah melakukan survei lapangan dan memastikan rute selanjutnya akan diarahkan ke luar zona inti Gumuk Pasir Parangtritis.

"Gumuk pasir itu luas, zona intinya 141 hektare dan yang kami restorasi berada di zona inti itu," kata Ari.

Ia menegaskan pertumbuhan gumuk pasir di zona inti akan terganggu apabila terus dilintasi jip pariwisata yang beroperasi di lokasi tersebut, sementara jumlah jip wisata di kawasan itu mencapai ratusan unit.

"Karena kalau mau tumbuh tetapi terus diinjak-injak jip, proses pertumbuhannya jadi terganggu," katanya.

Selain penyesuaian rute jip wisata, Pemkab Bantul juga melakukan pemotongan vegetasi pada situs warisan geologi unik berbentuk gundukan pasir akibat proses tiupan angin tersebut.

"Sekarang juga masih proses penghilangan vegetasi di zona inti," kata Ari.

Pemangkasan vegetasi, lanjut dia, telah dilakukan sejak 2024 dan pada tahun ini akan kembali dilakukan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul yang rencananya digelar pada Juli mendatang.

"Jadi, kalau zona inti gumuk sudah tumbuh dan bagus, harapannya aktivitas yang masuk bukan dengan jip, tetapi misalnya berjalan kaki," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.