Inflasi Februari 2024 Bakal Memanas, Berikut Prediksinya
Kamis, 29 Feb 2024, 16:43 WIBJAKARTA - Inflasi Indonesia pada Februari 2024 diprediksi mencapai 0,24 persen secara month to month (mtm) atau 2,62 persen secara year on year (yoy), meningkat dari Januari yang tercatat 0,04 persen (mtm) atau 2,57 persen (yoy).
"Inflasi bulan Februari didorong oleh inflasi inti dan inflasi harga bergejolak," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, Kamis (29/2).
Josua mengatakan inflasi inti pada Februari 2024 diperkirakan berkisar 1,7 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 1,68 persen (yoy).
Sementara itu, kenaikan inflasi harga bergejolak dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan kebutuhan pokok seperti beras yang meningkat 3,8 persen (mtm); cabai merah naik 11,3 persen (mtm); telur meningkat 1,7 persen (mtm); daging ayam naik 0,7 persen (mtm) dan minyak goreng meningkat 0,6 persen (mtm).
Sebagian komoditas pangan terutama beras masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino, yang menurunkan pasokan pangan dalam negeri selama periode akhir menjelang musim panen.
Ia menuturkan impor juga agak terhambat dari beberapa negara produsen beras yang menerapkan pembatasan ekspor makanan. Selain itu, cuaca ekstrem mengganggu jalur distribusi pangan.
Inflasi inti yang cenderung stabil mengindikasikan ekspektasi inflasi terjangkar dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) saat ini.
Ke depan, inflasi umum pada akhir 2024 diproyeksikan akan berkisar 3,0-3,5 persen (yoy).
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemerintah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pasokan beras untuk menekan kenaikan harga beras dan mengendalikan inflasi.
"Untuk beras, cabai, bawang merah, bawang putih itu tentu saja khususnya beras kita memastikan ketersediaan pasokan dan distribusinya, itu yang tugasnya Badan Pangan Nasional sama Bulog," kata Perry dalam Seminar Stabilitas Moneter di Tengah Dinamika Ekonomi 2024 di Jakarta, Kamis (1/2).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komoditas beras mengalami inflasi sebesar 0,64 persen pada Januari 2024, dengan andil terhadap inflasi utama sebesar 0,03 persen.
Kenaikan tersebut disebabkan oleh kurangnya pasokan di sejumlah wilayah, terutama akibat faktor cuaca dan rusaknya beberapa akses jalan. Hal itu membuat distribusi beberapa komoditas pangan menjadi terhambat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Prancis Ancaman Nyata Tim Thomas di Babak Grup
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
-
Distan Mataram Pastikan Ketersediaan Daging Aman hingga Idul Adha
-
Tiongkok dan AS Bahas Pengurangan Tarif Barang Senilai Rp529 Triliun
-
Disiplin Jadi Senjata Atlet Pelatnas Soft Tennis Indonesia
-
Literasi Warga Konawe Kepulauan Ditingkatkan Terkait Soal Keuangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.