Distan Mataram Pastikan Ketersediaan Daging Aman hingga Idul Adha

Selasa, 28 Apr 2026, 11:57 WIB

MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memastikan ketersediaan daging sapi di Kota Mataram hingga Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, dalam kondisi aman.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Lalu Hapiludin, di Mataram, Senin (27/4), mengatakan kondisi itu didukung oleh pasokan rutin sapi potong dari Pulau Sumbawa yang masuk ke dua rumah potong hewan (RPH) di Kota Mataram.

Ket. Foto: Aktivitas pedagang daging di Pasar Dasan Agung Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Senin (24/4-2026). — Sumber: ANTARA

"Setiap hari rata-rata sekitar 75 ekor sapi asal Sumbawa dipotong di dua RPH untuk menjaga stabilitas stok daging segar di pasar tradisional," katanya.

Ia mengatakan, setiap hari Distan Kota Mataram mengeluarkan sekitar lima rekomendasi pemasukan sapi potong dari Pulau Sumbawa, di mana satu rekomendasi mencakup 15 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan lokal. 

Pemotongan ternak sapi di Kota Mataram yang mencapai sekitar 75 ekor per hari dimaksudkan untuk menutupi kekurangan stok sapi lokal yang harganya cenderung lebih mahal dan sulit dicari di pasar-pasar lokal.

"Sapi yang didatangkan dari Pulau Sumbawa, khusus untuk di potong tidak untuk dijual kembali atau dikembang biakkan," katanya.

Hal itu sesuai dengan aturan yang ditetapkan, terkait masuknya sapi dari luar daerah sehingga sapi yang didatangkan dari Sumbawa hanya diperbolehkan untuk dipotong di RPH dan tidak boleh diperjualbelikan sebagai hewan hidup di pedagang musiman. 

Langkah tersebut diambil, katanya, untuk mencegah penyebaran penyakit ternak di wilayah Kota Mataram.

"Sementara, untuk sapi yang dijual pedagang musiman di pinggir jalan menjelang Idul Adha, dipastikan merupakan sapi lokal yang tidak memerlukan rekomendasi khusus seperti sapi kiriman antar-pulau," katanya.

Di sisi lain menyinggung tentang harga daging sapi, Hapiludin mengatakan, harga daging sapi di tingkat RPH saat ini masih terpantau normal di kisaran Rp130.000 per kilogram. 

Meski demikian, pihak dinas mengakui adanya potensi kenaikan harga mendekati hari raya sesuai dengan hukum pasar akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Karena itu selain daging segar, tambahnya, Distan Kota Mataram juga terus memantau rekomendasi pemasukan produk turunan hewan lainnya seperti daging beku, telur, susu, hingga produk olahan seperti nugget dan sosis guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat Mataram terpenuhi sepenuhnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.