Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspadai Fase Kritis pada Pasien DBD

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 17:57 WIB | Oleh:
Waspadai Fase Kritis pada Pasien DBD Doc: ANTARA/Yusuf Nugroho
Ket. Pasien demam berdarah dengue menjalani perawatan di RSUD Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Senin (5/2).

JAKARTA - Dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr. Soroy Lardo, Sp.PD, K.PTI, FINASIM mengingatkan pentingnya mewaspadai fase kritis pada pasien penyakit demam berdarah dengue.

Menurut dia, masih banyak orang yang belum memahami bahwafase kritis pada pasien demam berdarah dengue (DBD), yakni hari ketiga sampai keenam infeksi, merupakan fase berbahaya yang apabila tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal.

"Fase inilah titik kritis, angka kematian itu tinggi," kataSoroy dalam taklimat media via daring yang dilaksanakan pada Selasa tentang tata kelola penanganan demam berdarah dengue.

Dalam acara yang diselenggarakan olehPengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia tersebut,Soroy menguraikan tiga fase klinis penyakit DBD.

Pada fase pertama, satu hingga tiga hari pertama infeksi, kadar virus pada tubuh tinggi dan terjadi peningkatan kekentalan darah disertai dehidrasi.

Soroymengatakan,pada fase pertama pasien DBD harus terhidrasi dengan baik, kebutuhan cairan tubuhnya harus dipastikan terpenuhi.

Fase kedua, hari ketiga hingga keenam infeksi, merupakan fase kritis. Pada fase ini dapat terjadi komplikasi seperti syok, perdarahan, dan kerusakan organ serta penurunan kadartrombositdarah.

Soroy mengatakan bahwa angka kematian pasien DBDpada fase kedua tergolong tinggi dan penanganan yang baik pada fase ini merupakankunci untuk mencegah komplikasi serius yang bisa berakibat fatal.

Sementara fase ketiga merupakan fase pemulihan. Pada fase ini, pasien umumnya direkomendasikan untuk beristirahat.

"Jadi, biasanya saya menyarankan untuk istirahat lima hari karena bagaimanapun virus sisa itu masih ada dan pasien dalam tiga minggu masih dalam kondisi kadang-kadang lemah," kata Soroy.

Demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang umumnya menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Soroy menjelaskan, gejala klinis yang umumnya dialami penderita DBD antara laindemam, nyeri di belakang mata, nyeri sendi, mual, muntah, dan muncul bintik merah pada kulit.

Perkembangan penyakit tersebut, menurut dia, dipengaruhi oleh faktor seperti imunitas tubuh dan muatan virus.

"Pasien-pasien yang disertai dengan diabetes atau (penyakit) jantung tentu imunitasnya juga sudah menurun dan ini progres untuk berat itu bisa muncul. Lalu yang kedua adalahviral load atau muatan virus. Itu menggambarkan virulensi, pertumbuhan tinggi, atau berkonsekuensi terhadap respons imun tubuh," ia menjelaskan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.