Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Koreksi Terbatas

📅 Senin, 26 Feb 2024, 09:00 WIB | Oleh:
Berpotensi Koreksi Terbatas Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi, awal pekan ini meskipun bersifat terbatas. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sentimen internal dan eksternal.

Dalam catatan risetnya, Minggu (25/2), Phintraco Sekuritas menilai pasar cenderung menantikan data inflasi masional untuk Februari pada 1 Maret mendatang. Dari mancanegara, investor menantikan data penjualan properti Amerika Serikat (AS) pada Januari 2024.

Sejumlah analis membaca akan ada peningkatan sales properti sejalan dengan rilis data Existing Home Sales yang mengalami peningkatan . Karenanya, Phintraco memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (26/2), bergerak di kisaran 7.250 - 7.270.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/2) sore, ditutup melemah dipimpin oleh saham sektor keuangan. IHSG ditutup melemah 44,54 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.295,10, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,35 poin atau 0,83 persen ke posisi 994,15.

"Tekanan eksternal turut menopang melemahnya IHSG,sejalan dengan Bursa regional Asia yang cenderung melemah akibat rilisnya data properti di Tiongkok," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.

Badan Nasional Statistik Tiongkok dalam rilisnya House Price Index Januari 2023 secara tahunan berada di level minus 0,7 persen, atau apabila bandingkan bulan sebelumnya yang sebesar minus 0,4 persen.

Pasar menilai hal ini tentunya memberikan indikasi bahwa sektor properti di Tiongkok belum memberikan tanda-tanda pemulihan.

Dengan menurunnya penjualan properti tentunya ini akan memberikan dampak pada perekonomian, mengingat sektor ini salah satu penopang bagi perekonomian Tiongkok.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi yang meningkat sebesar 0,52 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.