Psikolog Sarankan agar Orang Tua Lakukan Evaluasi Pengasuhan Jika Anak Jadi Pelaku Perundungan
Minggu, 25 Feb 2024, 04:30 WIBJakarta - Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Annisa Mega Radyani, M. Psi., menilai penting bagi orang tua untuk mengevaluasi pengasuhan dan komunikasi ketika anaknya menjadi pelaku perundungan.
"Perlu sekali mengevaluasi bagaimana pengasuhannya atau mengevaluasi komunikasi dengan anak. Karena ketika orang tua tidak tahu anaknya melakukan kekerasan seperti bullying (perundungan) berarti ada komunikasi yang tidak terjalin dengan baik di situ," kata Annisa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Dengan begitu, akan diketahui penyebab seorang anak menjadi perundung sehingga orang tua dapat melakukan perbaikan pola asuh dan komunikasi dengan anaknya. Menurut Annisa, proses pembimbingan dan pendampingan anak juga dapat melibatkan bantuan tenaga profesional apabila diperlukan.
"Apabila memang relasi dengan orang tua dan anak tidak baik, akan lebih baik jika ada orang ketiga yang membantu mediasi atau membantu pendampingan tersebut seperti psikolog atau konselor sekolah," kata dia.
Orang tua juga didorong meminta anaknya yang telah melakukan perundungan untuk bertanggung jawab dan menjalani konsekuensi dari perbuatannya tersebut. Di samping itu, menurut Annisa orang tua juga perlu ikut bertanggung jawab atas tindakan perundungan yang dilakukan anaknya selama anak tersebut masih berada dalam tanggung jawab dan perlindungannya.
"Penting bagi orang tua untuk mengakui apa yang dilakukan anaknya itu adalah sebuah kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan oleh anaknya itu sendiri ataupun dirinya," tutur dia.
Oleh karena itu, Annisa menekankan pentingnya mendidik dan membimbing anak dengan tepat sehingga sifat perundung tidak tumbuh menjadi suatu kebiasaan. Apabila dibiarkan, sifat itu akan terus ada seiring dengan berjalannya waktu.
"Karena kecederungan bullying(perundungan) itu tidak hanya terjadi di usia anak. Kalau memang tidak dihukum atas apa yang dia lakukan, dia akan merasa bisa melakukan itu lagi dan lagi," kata Annisa.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BRIN: Pencemaran Sungai Cisadane Berisiko Timbulkan Efek Kesehatan Kronis, Masyarakat Dilarang Konsumsi Air dan Ikannya
-
Penuhi Kebutuhan Ramadan, Layanan Kredit Digital Ini Hadirkan Solusi Belanja Hemat dan Fleksibel
-
Apakah Kabupatan/Kotamu Termasuk Inovatif untuk Kemajuan Ekraf?
-
Ledakan di SMAN 72, Peringatan Akan Pentingnya Bentengi Dunia Pendidikan dari Pengaruh Intoleran, Kekerasan, dan Perundungan
-
KKP Bekali Pengurus KNMP Teknik Pengelolaan Gudang Beku
-
Daftar Event Ramadan 2026 di Jabodetabek, Wajib Catat!
-
Apa yang Ada Sebelum Big Bang?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.