Technobanker Kunci Kelangsungan Hidup Bank di Masa Mendatang
📅 Jumat, 16 Feb 2024, 05:06 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: Istimewa
JAKARTA- Kelangsungan hidup perbankan sangat bergantung pada penyusunan strategi transformasi digital yang kuat dan pembentukan aliansi dengan perusahaan fintech dan bigtech. Kolaborasi itu merupakan kunci untuk memperluas akses layanan keuangan dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Hal itu yang menjadi keyakinan CEO Digimaster, Elisa Indriasari saat meluncurkan buku bertajuk "Technobanker" di Jakarta, Kamis (15/2) malam di Hotel Westin, Jakarta. Dia yakin bahwa bank-bank tidak akan hancur seperti yang diprediksi banyak kalangan setelah kemunculan bank digital.
"Mereka (bank) hanya menghadapi kompetisi jenis baru," kata Elisa.
Bagi bank yang mampu bertransformasi ke digital dengan menerapkan teknologi yang tepat sesuai obsesi nasabah (customer obsession), mereka lah yang akan bertahan bahkan terus bertumbuh.
Dia mencontohkan, bank-bank papan atas di Tanah Air saat pandemi Covid-19 secara logika seharusnya profitnya turun, tetapi yang terjadi malah sebaliknya, profit mereka tumbuh lebih tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu jelasnya tidak terlepas dari kejelian melakukan transformasi ke beberapa platform digital, sehingga tetap melayani kebutuhan nasabahnya terutama saat pandemi.
Sebelum peluncuran buku "Technobanker" digelar sesi diskusi yang menghadirkan, Technology and Operation Bank BNI, Totok Prasetyo dan Senior Executive Vice President (SEVP) Information Technology, Bank Mandiri, Daniel Subiyanto dan dipandu Head of Enterprise Google Cloud, Deon Montasser.
Totok Prasetyo dalam kesempatan itu menekankan pentingnya sumber daya manusia perbankan yang handal atau yang disebut "Teknobanker" karena mereka lah yang akan mampu melakukan inovasi dengan teknologi yang ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagaimana pun canggihnya teknologi yang bank miliki kalau tidak bisa dioptimalkan oleh SDM, maka percuma," kata Totok.
Apalagi, teknologi itu perubahannya sangat cepat, sehingga perlu kejelian dalam menentukan teknologi mana yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis sesuai dengan orientasi nasabahnya.
Sementara itu, Daniel Subiyanto mengatakan pilihan teknologi sangat banyak dan beragam, tinggal memilih yang sesuai kebutuhan dan mendukung layanan ke nasabah.
"Banyak teknologi, misalnya metaverse tetapi untuk saat ini belum terlalu diinginkan nasabah. Jadi ada model teknologi yang baru datang, mungkin butuh waktu baru dipakai. Tetapi teknologi seperti finger print, face recognize yang berkaitan dengan fitur keamanan pasti akan terus dipakai," kata Daniel.
Teknologi Baru
Berkaitan dengan buku "Teknobanker", Elisa mengatakan buku yang ia tulis itu mengupas tuntas perkembangan teknologi informasi khususnya implementasi dan adopsi teknologi terbaru di dunia perbankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!