Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polusi Debu Makin Parah, Bangkok Terapkan WFH

📅 Kamis, 15 Feb 2024, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polusi Debu Makin Parah, Bangkok Terapkan WFH Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Polusi udara perkotaan.

BANGKOK - Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengumumkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk tanggal 15-16 Februari akibat adanya eskalasi polusi debu dengan materi partikulatlebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer atau PM2,5.

Lembaga negara di bawah Bangkok Metropolitan Administration (BMA) akan melaksanakan WFH selama dua hari dan mengupayakan kerja sama dari jaringan 151 entitas dengan total 60.279 personel. Pemerintah juga mendesak kerja sama dari sektor publik dan swasta untuk meningkatkan langkah-langkah perlindungan kesehatan terhadap polusi udara.

Kendati pekerja diminta bekerja dari rumah, sekolah-sekolah di wilayah Bangkok akan tetap beraktivitas seperti biasa karena ditetapkan sebagai zona aman dengan ruang kelas bebas debu. Langkah-langkah seperti membagikan masker dan menerapkan pedoman untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan akan dipatuhi, tergantung pada kebijakan pemerintah setempat.

Menurut Pusat Data Kualitas Udara Bangkok, tingkat PM2,5 di Bangkok pada tanggal 14 Februari pukul 11:00 melebihi 75 mikrogram per meter kubik, mencapai zona merah yang menimbulkan risiko kesehatan di 20 distrik. Selain itu, terdapat tren peningkatan dan notifikasi peringatan telah dikeluarkan.

Selain itu, Departemen Pengendalian Pencemaran telah memperkirakan situasi PM2,5 yang memburuk di Bangkok dan sekitarnya antara tanggal 14-17 Februari. Departemen Meteorologi memperkirakan lemahnya sirkulasi udara di Bangkok dan sekitarnya pada 14-15 Februari, ditambah dengan angin permukaan yang stagnan dan berdampak pada peningkatan konsentrasi debu.

Arah angin pada tanggal 14-15 Februari diperkirakan mengarah ke timur laut dan timur, dengan Bangkok berada di ujung jalur angin. Selain itu, sejumlah besar titik api terdeteksi di wilayah tengah dan timur laut Thailand (3.241 titik) dan Kamboja (14.939 titik) antara tanggal 10-13 Februari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.