Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rusia akan Padukan Rudal AS pada Jet Tempur Siluman Su-75

📅 Selasa, 13 Feb 2024, 00:07 WIB | Oleh:
Rusia akan Padukan Rudal AS pada Jet Tempur Siluman Su-75 Doc: Istimewa
Ket. Su-75 Checkmate (kiri) disajikan sebagai alternatif dari F-35 buatan AS. Menarget negara-negara berkembang yang tidak mampu membeli pesawat tempur mahal namun ingin memiliki platform generasi kelima.

MOSKOW - Pejabat industri pertahanan Rusia telah menyarankan untuk mengintegrasikan rudal udara-ke-udara buatan negara-negara barat pada pesawat tempur generasi kelima, Su-75 Checkmate yang sedang dikembangkan. Moskow menawarkan cara itu bagi negara-negara berkembang agar dapat memiliki pesawat tempur generasi kelima yang terjangkau.

"Selama konsultasi, kami membahas peluang untuk pengembangan bersama dan integrasi sistem canggih di pesawat, avionik, dan senjata pesawat asing," kata CEO Rosoboronexport, Alexander Mikheev, ketika berbicara dalam konteks peluang ekspor potensial untuk Su-75 Checkmate.

Dilansor oleh The Eur Asian Times, Mikheev
menjelaskan, mitra asing ingin bersama-sama mengembangkan pesawat tempur ringan generasi kelima Checkmate dengan Rusia, dan kemungkinan mengintegrasikan avionik dan senjata sedang dibahas.

Menurut dia, Checkmate mendapat nilai lebih dari "beberapa analog asingnya" dengan fitur "arsitektur terbuka".

"Dalam pengembangan teknologi dan kesepakatan manufaktur bersama dengan pelanggan potensial, hal ini memungkinkan terciptanya pesawat menjanjikan yang dapat disesuaikan secara maksimal dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya.

Integrasi "senjata asing" (dengan asumsi bahwa hal tersebut sesuai dengan kerangka yang ada) akan menjadi tawaran terbuka yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengintegrasikan rudal asal Barat dengan Su-75 Checkmate.

Ini berarti para insinyur Rusia dapat mengintegrasikan, misalnya, Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Tingkat Lanjut (AMRAAM) AIM-120 atau AIM-9 Sidewinder buatan Amerika Serikat, yang dibawa oleh jet F-16 Block 60 Angkatan Udara Uni Emirat Arab pada Checkmate.

Meskipun merupakan pekerjaan yang rumit, yang belum pernah dilakukan sebelumnya, hal ini memerlukan radar Su-75 untuk 'berbicara' dengan rudal Amerika. AS perlu mengembangkan perangkat lunak dan algoritma yang benar-benar baru, mungkin melalui sistem bus data dan rel peluncuran yang dikembangkan secara khusus, agar rudal AS dapat ditembakkan dari Su-75.

Menariknya, Amerika dan negara-negara Eropa seperti Inggris dan Perancis telah menggabungkan rudal seperti AGM-88 High-Speed ??Anti-Radiation Missile (HARM) dan Storm Shadow/SCALP-EG Air-Launched Cruise Missile (ALCM) untuk ditembakkan masing-masing dari MiG-29 dan Su-24 Fencers Ukraina.

Namun, Su-75 sebagian besar masih dalam tahap desain. Mereka memiliki ruang tambahan untuk penyesuaian lebih lanjut jika Rusia mencapai kesepakatan dengan, misalnya, pelanggan Arab yang sudah menggunakan pesawat tempur Barat. Desain 'arsitektur terbuka' Checkmate akan memungkinkannya mengakomodasi perangkat elektronik khusus (yang dimaksudkan untuk menggabungkan rudal Barat dan radar Rusia) dalam desain produksi massal akhir.

Secara efektif, Checkmate dari dua angkatan udara mungkin memiliki struktur internal, elektronik, dan avionik yang sangat berbeda, hanya berbagi desain dan tampilan badan pesawat saja. Dan jika pesawat tempur tersebut berada di bawah kesepakatan manufaktur bersama, jalur produksi dan rantai pasokan pun kemungkinan besar akan sangat berbeda.

Berdasarkan bahasa dalam laporan tersebut, Rusia telah mengembangkan Su-75 Checkmate untuk kemungkinan penyesuaian tingkat ekstrim sejak tahap desain, yang diharapkan menjadi nilai jual uniknya dibandingkan kategori generasi kelima milik para pesaing

Rudal pintar Rusia

Selain tawaran itu, Rosoboronexport juga memberi pilihan rudal udara-udara tercanggihnya, rudal jarak pendek RVV-MD2.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenbud Targetkan Seribu C...
Nasional
Menkes Usulkan agar Penderi...
Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.