Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Sebut BPBD 12 Kabupaten Dilibatkan Dalam Penanganan Banjir Demak

📅 Minggu, 11 Feb 2024, 04:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Sebut BPBD 12 Kabupaten Dilibatkan Dalam Penanganan Banjir Demak Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Bupati Demak Eisti'anah, Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Tandyo Budi Revita naik perahu karet untuk meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Sabtu (10/2/2024).

Demak - Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengungkapkan penanganan banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melibatkan BPBD dari 12 kabupaten/kota, termasuk personel TNI dan Polri.

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga ikut terlibat dalam penanganan banjir, terutama untuk melakukan perbaikan tanggul jebol. Hari ini (10/2) saya mengunjungi langsung tanggul Sungai Wulan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, sudah mulai dikerjakan oleh Kementerian PUPR," ujarnya di Demak, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu setelah mengunjungi tanggul jebol di Desa Ketanjung bersama Bupati Demak Eisti'anah, Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bob Arthur Lombogia, serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita.

Dalam pengecekan di lokasi, kata dia, sudah dilakukan pemasangan tiang pancang menggunakan bambu yang sifatnya sementara, untuk menutup laju air dari Sungai Wulan yang saat ini cukup besar.

Setelah diperbaiki, diharapkan bisa mengurangi genangan banjir di Desa Ketanjung dan sekitarnya untuk kemudian air akan disedot dengan pompa untuk dibuang ke Sungai Wulan.

Di antara sejumlah daerah di Kabupaten Demak yang terdampak banjir, katanya, Kecamatan Karanganyar paling parah karena dalam pemantauan dengan menggunakan perahu karet di Desa Ketanjung ada satu kampung yang rumahnya tenggelam dan hanya terlihat bagian atap.

Total mereka yang terdampak banjir di Kabupaten Demak mencapai 18.700 keluarga atau 71.000 jiwa tersebar di 35 desa dan tujuh kecamatan, sedangkan warga mengungsi 11.400 orang tersebar di 10 tempat di Demak dan lima tempat di Kudus.

Banyaknya desa yang terdampak, katanya, karena ada tujuh tanggul sungai yang jebol, dua tempat di antaranya tanggul Sungai Wulan,sedangkan lainnya tersebar.

"Kami juga membentuk tim evakuasi, karena masih ada yang belum terevakuasi. Meskipun, ada pula yang belum mau dievakuasi karena memilih bertahan di tanggul sungai atau rumahnya," ujarnya.

Pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya, termasuk dalam hal penanganan pengungsi, dengan menyiapkan kebutuhan makan sehari-harinya, selimut, tikar, peralatan mandi, alat kesehatan, serta posko kesehatan.

Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama jajaran, Bupati Demak Eisti'anah, Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, serta Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNITandyo Budi Revita selain meninjau lokasi tanggul jebol juga mengunjungi tempat pengungsian beserta dapur umum di Jembatan Tanggulanginkemudian ke Terminal Induk Jati Kudus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.