Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Koperasi Bisa Jadi Motor Pendirian Bank Sampah

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 02:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Bisa Jadi Motor Pendirian Bank Sampah Doc: ANTARA/HO-Humas Kemenkop dan UKM
Ket. Sekretaris Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim pada acara diskusi "Pengaduan dan Serap Aspirasi Publik Bidang Koperasi dan UMKM tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Koperasi" di Brebes, Jumat (9/2/2024).

Brebes - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menekankan bahwa koperasi bisa menjadi motor penggerak dalam pendirian bank sampah di tingkat komunitas di tengah masyarakat.

"Koperasi dan bank sampah memiliki kaitan erat dalam konteks pengelolaan sampah plastik dan pembangunan berkelanjutan, serta terlibat dalam pendirian dan pengelolaan bank sampah," kata Sekretaris Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim di Brebes, Jawa Tengah, Jumat.

Pada acara diskusi "Pengaduan dan Serap Aspirasi Publik Bidang Koperasi dan UMKM tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Koperasi", dia mengatakan anggota koperasi dapat bersama-sama mewujudkan bank sampah sebagai langkah untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan menciptakan sumber daya baru untuk anggotanya.

Pengelolaan sampah, kata dia, merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh Indonesia seiring dengan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup sehingga volume sampah terus meningkat.

"Hal itu, menuntut solusi yang cerdas dan berkelanjutan. Inilah sebabnya mengapa pendekatan berbasis koperasi sangat relevan," katanya.

Menurut Arif, meski Indonesia sudah memiliki beberapa tempat pembuangan akhir yang besar dan tempat pengolahan sampah namun hal tersebut masih belum sepenuhnya efektif.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah terus mencari berbagai solusi dan salah satu cara yang banyak diterapkan saat ini adalah membuat sebuah tempat pengolahan sampah berskala kecil hingga besar yang disebut Bank Sampah.

"Pendekatan ekonomi sirkular memberikan dampak berarti bagi ekonomi, lingkungan, dan sosial," katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan data Kementerian PPN/Bappenas dari segi ekonomi disebutkan bahwa ekonomi sirkular berpotensi menumbuhkan PDB senilai Rp593 triliun hingga Rp638 triliun pada 2030.

"Dari situ sektor lingkungan dapat berkontribusi melalui pengurangan volume sampah hingga 18,53 persen pada 2030 dan menyerap 4,4 tenaga kerja," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.