Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dutch Disease Makin Menyulitkan Pemerintah Atasi Ketimpangan

📅 Jumat, 09 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dutch Disease Makin Menyulitkan Pemerintah Atasi Ketimpangan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Tantangan utama yang dihadapi Indonesia menuju usia emas 100 tahun pada 2045 adalah ancaman krisis pangan dan energi, Dutch Disease atau Penyakit Belanda yang ditandai deindustrialisasi dini, dan ketimpangan pendapatan antara kelompok kaya dan masyarakat miskin.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan Penyakit Belanda dan risiko deindustrialisasi dini berpotensi merugikan, mengingat dampaknya yang semakin memperumit upaya mengatasi kesenjangan pendapatan.

Dutch Disease, yang terjadi akibat melonjaknya ekspor komoditas tertentu, berakibat pada menurunnya sektor manufaktur dan penurunan daya saing industri nasional. Dan tentu saja, hal tersebut menjadi hambatan serius dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

"Sementara itu, deindustrialisasi dini dapat memperburuk masalah karena banyak pekerja kehilangan pekerjaan.

"Makanya terjadi penurunan kontribusi sektor manufaktur pada PDB," tandasnya.

Untuk memastikan Indonesia mencapai tujuannya sebagai negara berusia 100 tahun dengan ekonomi yang kuat dan berkeadilan, Indonesia perlu merespons Dutch Disease dengan cara diversifikasi industri yang intinya meningkatkan daya saing industri.

Dalam konteks itu, pemberdayaan sektor manufaktur dan teknologi tinggi menjadi penting. Selain itu, penanggulangan ketidakseimbangan pendapatan perlu menjadi fokus utama. Kebijakan redistribusi pendapatan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja merupakan langkah krusial.

"Dengan mengatasi Dutch Disease, deindustrialisasi, dan ketidakseimbangan pendapatan, Indonesia dapat membangun fondasi ekonomi yang tangguh dan inklusif, memberikan kontribusi positif pada kesejahteraan masyarakat, dan mencapai usia emasnya dengan keberlanjutan yang kokoh," papar Aditya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti membenarkan terjadinya Dutch Disease atau deindustrialisasi. Untuk mengatasi deindustrialisasi dini, maka perlu meningkatkan investasi ke Indonesia dan membangun pabrik yang memproduksi produk yang berkualitas dan harga murah sehingga bisa bersaing di pasar global dan permintaan terhadap produk Indonesia meningkat.

Hal itu menurutnya, akan mendorong bertambahnya investasi untuk mendorong pabrik dan menciptakan lapangan pekerjaan. "Maka pendapatan negara akan meningkat karena ekspor produk Indonesia naik," katanya.

Problem Struktural

Peneliti Mubyarto Institute Awan Santosa mengatakan, ketimpangan masih menjadi problem struktural yang berkaitan dengan kesejahteraan dan keadilan sosial lainnya seperti halnya kemiskinan dan pengangguran.

Ketimpangan tersebut secara personal mewujud dalam ketimpangan pendapatan dan pemilikan aset/lahan, sedangkan secara sistemik berupa ketimpangan dalam produksi, distribusi (tata niaga), dan pasar. "Implikasinya adalah ketimpangan dalam pemilikan uang di rekening tersebut," jelas Awan

Awan mengatakan bahwa masalah ketimpangan dan kemiskinan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan bansos (bantuan sosial).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.