Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pameran Arsitektur ARCH:ID Kembali Digelar 

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 20:04 WIB | Oleh:
Pameran Arsitektur ARCH:ID Kembali Digelar  Doc: istimewa
Ket. Para panitia pameran ARCH:ID berfoto bersama. Pameran yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerja sama dengan PT CIS Exhibition mengusung tema Placemaking: Tolerance dengan fokus pada keharmonisan hubungan antar manusia, pengembangan kota, pelestarian alam, serta integrasi teknolog

JAKARTA - Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerja sama dengan PT CIS Exhibition kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan ARCH:ID edisikeempat. Acara ini merupakan forum dan pameran arsitektur yang diklaim paling ditunggu ini dijadwalkan berlangsung dari 22 hingga 25 Februari 2024, di ICE BSD City, Tangerang.

"Dengan tema yang diusung adalah Placemaking: Tolerance, pameran ini kami fokuskan pada keharmonisan hubungan antar manusia, pengembangan kota, pelestarian alam, serta integrasi teknologi," kata Wakil Sekretaris Jenderal IAI sekaligus Direktur Program ARCH:ID 2024 Firman Herwantomelalui keterangan tertulis, Selasa (7/2).

Ia mengatakan, pada tahun ini ARCH:ID melibatkan tiga arsitek ternama yang bertindak sebagai tim kurator dari organisasi AIA. Mereka adalah yaitu Yacobus Gatot S. Surarjo, Nelly Daniel, dan I Ketut Dirgantara, IAI.

ARCH:ID 2024 mengundang para arsitek, penggemar desain, pengembang, serta profesional di industri untuk turut serta dalam kegiatan yang inovatif dan penuh dengan wawasan ini. Dengan demikian acara ini diharapkan tidak hanya menyajikan pameran dan konferensi kelas dunia, tetapi juga berbagai program dan konten kualitas untuk berbagi pengetahuan.

Terdapat beberapa stan (booth) yang didesain dengan merepresentasikan tema Placemaking: Tolerance. Beberapa stan didesain bekerja sama dengan arsitek yang memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA).

"Ada lebih dari 300 stan pameran yang juga telah dikurasi, dan akan memamerkan inovasi produk dan jasa brand lokal maupun internasional dari para produsen produk arsitektur dan bahan bangunan, serta desain interior. Ini merupakan kesempatan besar untuk mengeksplorasi tren terbaru dalam arsitektur dan desain," jelasnya.

Menurut Firman, acara tahun ini juga akan dimeriahkan dengan adanya Featured Exhibition yang dirancang oleh para arsitek muda. Di antaranya ada pameran rancangan SKENA Creative, Atap Kebhinekaan dari IAI Region 2, IAI KOLABORNEO dari IAI Region 4, Tribute to Eko Prawoto & JosefPriotomo, karya arsitek muda dari 4 negara, kompetisi tektonika BYO Living, area diskusi Alun-alun dan Pod.

"Selain pameran, terdapat banyak program lainnya yang ditawarkan oleh ARCH:ID 2024, seperti konferensi 2 hari, ARCH:ID Talk Series, Obrolan Tuju-Tuju, dan ARCH:ID Hackathon. Akan ada lebih dari 200 pembicara ternama yang akan berbagi pengetahuan dan wawasan mereka selama kegiatanini berlangsung," tuturnya.

Firman melanjutkan, dengan mengangkat tema Placemaking: Tolerance, para Kurator Pameran kali ini mencoba menciptakan 'ruang antara' dalam gubahan arsitektur, ruang yang inklusif bagi semua, serta memberi tenggang rasa bagi terjadinya kegiatan-kegiatan sosial masyarakat, hingga ke tatanan detail yang kerap terlupakan di ruang kota.

"Semoga Pameran kali ini bisa mengisi milestones berpameran arsitektur di Indonesia, dan menjadi benchmark dalam penciptaan ruang-ruang temporer yang sarat akan kualitas dan nilai-nilai terbaik dari produk yang ditampilkan," sambungnya.

Merespon tema besar 'Placemaking: Tolerance,' terdapat 2 sub-tema dalam konferensi ARCH:ID 2024. Sub-tema Urban Forum di hari pertama akan menghadirkan pembicara Bambang Susantono dari Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN), Rob Adams, Arsitek Kota Melbourne, Nans Voron, PemenangObel Award 2023, dan Sibarani Sofian, Perancang Kota IKN/Nusantara.

Serta sub-tema Architecture Forum pada konferensi hari kedua akan dilanjutkan dengan pembicara Jo Nagasaka dari Jepang. Christopher Lee dari Inggris, bersama Muhammad Faizal Syamsalam dan Antonius Richard dari Indonesia. Konferensi ini memiliki target untuk menampung 500 delegasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.