Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini yang Dilakukan Pemkab Lumajang untuk Kendalikan Inflasi

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemkab Lumajang untuk Kendalikan Inflasi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang
Ket. Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah di alun-alun Lumajang, Rabu (31/4/2024).

Lumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah untuk mengendalikan laju inflasi dan menjaga stabilitas pasokan, serta harga pangan nasional di wilayah setempat.

"Dengan Gerakan Pangan Murah itu, saya berharap dapat mengendalikan inflasi dan menjaga pasokan serta harga pangan agar tetap stabil, khususnya di awal tahun 2024," kata Penjabat Bupati Lumajang Indah Wahyuni saat membuka kegiatan itu di alun-alun Kabupaten Lumajang, Rabu.

Menurutnya ketersediaan pangan sebagai kebutuhan dasar bagi setiap individu merupakan hal penting karena ketidakseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan dapat memicu inflasi, yang berpotensi merugikan stabilitas ekonomi.

"Kami berharap agar kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Lumajang, membantu mereka memperoleh bahan pokok harian dengan harga yang terjangkau dan tetap berkualitas," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyikapi kenaikan harga cabai rawit yang mempengaruhi inflasi di wilayah Lumajang, sehingga meminta langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut sambil mendorong gerakan menanam cabai untuk membantu mengurangi tekanan inflasi daerah.

Pj Bupati Lumajang yang akrab disapa Yuyun itu memberikan apresiasi terhadap pengembangan kebun Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan Rogotrunan.

"Saya berharap, kebun B2SA ini dapat memberdayakan masyarakat, khususnya di Kelurahan Rogotrunan, serta menciptakan sinergi antar perangkat daerah terkait dengan Tim Penggerak PKK kabupaten/kelurahan," katanya.

Ia juga berharap semua kegiatan serupa dapat diadopsi di kecamatan lain, guna meningkatkan ketahanan pangan daerah, terutama dalam diversifikasi sumber pangan lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.