Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Manfaatkan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Memitigasi Ancaman Gempa Bumi

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Manfaatkan Teknologi Penginderaan Jauh untuk Memitigasi Ancaman Gempa Bumi Doc: antarafoto
Ket. Ilustrasi pencatatan gempa bumi.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bakal manfaatkan teknologi penginderaan jauh atau remote sensing untuk memperkirakan bahaya sesar sebagai upaya menyelamatkan penduduk dari ancaman gempa bumi.

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nurani Rahma Hanifa mengatakan BRIN bekerja sama dengan British Geological Survey (BGS) terkait riset teknologi tersebut dan telah dituangkan dalam publikasi ilmiah bersama.

"Kami berharap hal ini dapat menurunkan angka kematian dan kerusakan fasilitas untuk menyelamatkan masyarakat dengan menggunakan data sains yang kami miliki melalui remote sensing," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (1/2).

Ahli geologi bidang multi-hazard dan remote sensing BGS Ekbal Hussain mengatakan teknologi yang dimiliki oleh BGS saat ini dapat mengukur pola pergerakan tanah dan rincian pecahan gempa setelah terjadi gempa bumi dari luar angkasa menggunakan penginderaan jauh.

"Melalui pemodelan terperinci ini dapat membantu kita memahami bahwa gempa bumi memiliki energi yang dilepaskan, tetapi ada juga energi yang tersimpan di dalam bumi," kata Ekbal.

Terkait Sesar Lembang, lanjut dia, penginderaan jauh dapat memperkirakan bahaya dari Sesar Lembang karena dapat memantau seberapa banyak energi yang masih tersimpan dan pada akhirnya dilepaskan saat terjadinya gempa bumi.

Ekbal berharap pemanfaatan penginderaan jah dapat menyelamatkan banyak nyawa mengingat kerentanan terhadap gempa bumi bersifat dinamis.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari mengungkapkan gempa Cianjur yang terjadi pada tahun 2022 punya hal menarik untuk diteliti karena sampai saat ini belum diketahui lokasi sesarnya, namun dampak kerusakan akibat sesar itu sangat luas.

Pada 2023 BRIN meneliti untuk menentukan di mana letak urat gempa utama dari peristiwa yang terjadi dua tahun lalu tersebut.

"Indikasi sudah ada, namun belum ada garis lurus karena terkubur oleh endapan gunung api yang tebal, aktivitas sulit dideteksi," kata Adrin.

Lebih lanjut dia berharap implementasi teknologi penginderaan jauh bisa membantu para ilmuwan untuk lebih memahami potensi dan risiko Sesar Lembang di wilayah Bandung Raya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.