Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Erupsi, Petani Lereng Gunung Marapi Harapkan Bantuan Pemerintah

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Erupsi, Petani Lereng Gunung Marapi Harapkan Bantuan Pemerintah Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Daerah pertanian di lereng Gunung Marapi. Warga daerah setempat yang sebagian besar memiliki penghasilan dari kebun, tani dan hasil hutan berharap adanya bantuan pemerintah setelah banyaknya kejadian gagal panen akibat pengaruh abu vulkanik.

Lubuk Basung - Warga yang bermukim di lereng Gunung Marapidi Sumatera Barat (Sumbar) mengharapkan bantuan pemerintah terkait kerugian hasil pertanian yang mereka alami dalam bencana erupsi masih terjadi hingga saat ini.

"Belum satu pun bantuan ganti rugi gagal panen yang diterima oleh warga kami yang merupakan petani Bukit Batabuah. Mereka sangat menunggu bantuan baik dari Pemerintah Kabupaten Agam atau Provinsi Sumbar," kata Walinagari (Kepala Desa) Bukit Batabuah Firdaus, Rabu.

Ia menegaskan musibah erupsi Gunung Marapi sejak awal Desember 2023 hingga saat ini memiliki dampak besar kepada ratusan warga yang berpenghasilandari pertanian dan hasil hutan di lereng Marapi.

"550 hektare pertanian tebu, 12 hektare ladang tomat, ditambah sayuran lainnya semua terdampak. Data sementara sudah kami sampaikan ke dinas terkait, estimasi kerugian mencapai miliaran rupiah," kata Firdaus.

Selain itu, juga ada 100 kepala keluarga yang memiliki mata pencaharian dari penjualan buah markisah yang didapat dari hutan Gunung Marapi.

"100 KK itu hidup sehari-harinya dari markisah hutan. Kini rontok semua mereka kehilangan mata pencarian," katanya pula.

Desa Bukit Batabuah menjadi salah satu lokasi terdekat dari radius 4,5 kilometer Gunung Marapi. Dalam zona bahaya itu terdata 31 KK dengan 27 rumah dan 106 jiwa.

"Mereka mengungsi saat malam hari di rumah kerabat yang berada di zona aman. Untuk siang hari masih diizinkan bertani sementara waktu," katanya lagi.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Marapi terutama akibat abu vulkanik.

Di wilayah Kabupaten Agam secara keseluruhan setidaknya terdapat 477,87 hektare lahan pertanian yang terdampak abu vulkanik Gunung Marapi.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam Armelia sebelumnya merincikan lahan pertanian terdampak tersebar di tiga kecamatan.

Untuk Kecamatan Canduang tercatat ada 206 hektare, di Kecamatan Sungai Pua terdapat 233,87 hektare dan di Kecamatan Baso tercatat ada 38 hektare," ujarnya.

"Taksiran kerugian mencapai Rp2,4 miliar. Biasanya lahan tersebut ditanami dengan sayur-sayuran mulai dari cabai, tomat, sawi, ubi jalar, lobak, bawang merah, daun bawang, bawang prai, wortel dan berbagai tanaman sayuran lainnya," kata dia.

Ia menambahkan selain melakukan pendataan, pihak pemkab terus melakukan koordinasi dan kajian terkait kebijakan yang akan diambil menanggapi persoalan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.