Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Flores Timur Data Lahan Pertanian Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 17:16 WIB | Oleh:
Pemkab Flores Timur Data Lahan Pertanian Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Doc: ANTARA/Fransiska Mariana Nuka
Ket. Tanaman milik warga di Desa Nawokote yang ditutupi abu vulkanik hasil erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, NTT.

WULANGGITANG - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pendataan lahan pertanian warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Kecamatan Wulanggitang.

"Taksasi kami bisa mencapai lebih di atas 100 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Sebast Sina Kleden di Wulanggitang, Flores Timur, Rabu.

Debu vulkanik hasil erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki sejak Desember 2023 telah mengancam lahan pertanian warga pada tujuh desa terdampak yang tersebar di dua kecamatan yakni Wulanggitang dan Ile Bura.

Ancaman debu vulkanik itu menimpa tanaman jagung dan padi milik warga, termasuk tanaman perkebunan dan pangan.

Selain itu banjir lahan hujan juga merusak 5-20 hektare lahan pertanian di Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang.

Sebast mengatakan identifikasi lahan pertanian terdampak ke arah gunung masih belum maksimal karena status gunung tersebut masih berada pada level IV (Awas) sehingga ada radius larangan aktivitas yang dikeluarkan oleh pihak vulkanologi.

Oleh karena itu pihaknya terlebih dahulu mendata lahan terdampak yang berada di sekitar lereng atau kaki gunung itu.

Ia juga menyebut data yang ada bersifat sementara sembari menunggu tingkat status aktivitas gunung itu.

"Kita garap dalam satu dua hari ke depan, semoga bisa menjangkau lahan yang lebih luas terutama yang dilalui banjir bandang," ucapnya.

Lahan perkebunan milik warga Dusun Podor, Desa Boru bernama Anastasia terdampak debu vulkanik dan gagal panen.

Perempuan yang sehari-hari berjualan ikan kering ini mengungkapkan kesedihan karena tanaman padi dan jagung sudah kering terkena belerang.

Kondisi ini semakin diperparah karena curah hujan yang tidak menentu saat ini.

"Saya lihat tanaman ini dengan airmata mengalir, kita harap apa lagi, mau makan apa, semua kering," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.