Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Uji Misil Hipersonik Berbahan Bakar Padat

📅 Selasa, 16 Jan 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Korut Uji Misil Hipersonik Berbahan Bakar Padat Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Uji coba rudal l Gambar ini diambil pada 14 Januari 2024 dan dirilis menunjukkan uji coba penembakan rudal balistik di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. Korea Utara berhasil melakukan uji coba rudal balistik berbahan bakar padat jarak menengah, demikian laporan KCNA pada 15 Januari, membenarkan laporan sebelumnya dari Korea Selatan.

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada 14 Januari telah menguji misil hipersonik jarak menengah berbahan bakar padat baru, kata kantor berita KCNA pada Senin (15/1). Uji itu segera menuai kecaman dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang.

"Uji tersebut bertujuan untuk menguji keandalan mesin bahan bakar padat multi-tahap baru dengan daya dorong tinggi dan hulu ledak bermanuver hipersonik jarak menengah," lapor KCNA seraya mengatakan bahwa uji coba tersebut tidak menimbulkan ancaman keamanan bagi negara-negara tetangga.

Militer Korsel dalam sebuah pernyataan mengkritik peluncuran tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengatakan provokasi langsung oleh Korut akan ditanggapi dengan tanggapan yang luar biasa.

Peluncuran misil balistik pada tanggal 14 Januari, yang pertama dilakukan oleh Korut pada tahun 2024, dikecam oleh utusan nuklir Korsel, AS, dan Jepang, yang setelah percakapan telepon tiga arah mengatakan bahwa provokasi Korut adalah akar penyebab ketidakstabilan di wilayah negara tersebut.

Uji coba tersebut terjadi pada hari yang sama ketika delegasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Choe Son-hui meninggalkan Pyongyang menuju Russia, lapor KCNA.

Peluncuran misil dan kunjungan ke Russia terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua Korea, menyusul serangkaian peluncuran misil balistik antarbenua dan satelit mata-mata militer pertama Pyongyang, serta semakin eratnya hubungan antara Pyongyang dan Moskwa yang telah mengkhawatirkan Washington DC dan sekutunya.

Dalam komentar terpisah KCNA pada tanggal 15 Januari, Korut menuduh Seoul telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut melalui latihan militer dan seruan kesiapsiagaan persenjataan oleh pejabat Korsel.

"Bahkan percikan kecil pun dapat menjadi katalisator konflik fisik yang sangat besar antara dua negara yang paling bermusuhan," demikian komentar harian tersebut.

Perubahan Kebijakan

Korut baru-baru ini melakukan perubahan kebijakan dengan menetapkan Korsel sebagai negara musuh yang terpisah, melanggar kebijakan yang telah diterapkan selama beberapa dekade, dan pemimpin Kim Jong-un mengatakan bahwa reunifikasi secara damai tidak mungkin lagi dilakukan.

Para analis mengatakan langkah tersebut berpotensi membantu membenarkan penggunaan senjata nuklir terhadap Seoul dalam perang di masa depan.

Militer Korsel mengatakan misil pada 14 Januari, yang diluncurkan dari wilayah Pyongyang sekitar pukul 14.55 waktu setempat, terbang sekitar 1.000 kilometer di lepas pantai timur negara tersebut. Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan ketinggian maksimum setidaknya 50 kilometer.

Misil hipersonik biasanya meluncurkan hulu ledak yang bergerak dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau sekitar 6.200 kilometer per jam, dan sering kali bermanuver pada ketinggian yang relatif rendah. ST/And

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.