Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3 Pesan Puan untuk Petani Milenial Saat Luncurkan Program ‘Kita Tani Muda’

📅 Selasa, 16 Jan 2024, 10:06 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Program ini juga harus sudah menyentuh dan memaksimalkan penggunaan tekonologi pertanian yang sudah banyak digunakan di negara-negara lain. Ingat yang tadi ada 3. Tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian kita semua untuk pangan Indonesia," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Puan turut berdialog dengan anak-anak muda yang memilih menjadi petani hidroponik. Salah satunya adalah Sandi, pemilik Buana Farm yang merupakan usaha pertanian hidroponik yang sudah cukup maju.

"Mas Sandi, ceritakan gimana sih kok bisa kamusugih(kaya)," tanya Puan.

Sandi yang masih berusia 28 tahun itu kemudian bercerita awalnya ia bekerja pada sektor konstruksi di Jakarta, tepatnya di Jaya konstruksi. Ia mengaku sebenarnya menyukai pertanian, namun tidak mau kotor-kotoran. Akhirnya pada tahun 2019, Sandi memutuskan membuat usaha pertanian hidroponik bermodalkan Rp 2 juta yang bisa membuat 500 lubang tanam di ruangan 4x2 meter.

"Sekarang ada 25.000 lubang tanam dan penghasilan minimal Rp 20 juta. Tapi Hidroponik susahnya di pemasaran, kualitas quality control harus bisa dipenuhi agar harga jual berlipat dari harga pasar, supaya bisa masuk resto hotel," kisah Sandi.

Saat pandemi Covid-19, usaha Sandi semakin menanjak karena hidroponik menjadi disukai masyarakat sehingga permintaan produk tani hidroponik semakin meningkat. Meski begitu, Sandi mengaku harus selalu disiplin dalam merawat bisnisnya.

"Panen sayur setiap subuh. Pemasaran langsung keend user, tidak via tengkulak. Tidak pake proposal tapi langsung ke resto dan pembeli," sebutnya.

Sandi pun menyebut pertanian hidroponik memiliki tantangan di pemasaran. Saat ini ia mulai memasarkan hasil pertaniannya lewat jalur digital dan memilih pasar yang berbeda dengan petani tradisional.

"Kalau di pasar murah, harus tingkatkan value agar diterima di resto dan hotel. Kita ajukan proposal ke resto dan hotel, dan buat konten medsos sebagai digital marketing," terang Sandi.

Kepada Puan, Sandi juga menyalurkan aspirasi yang dihadapi petani-petani milenial.

"Anak muda tidak punya dana atau lahan. Ini jadi faktor. Lahan-lahan milik kelurahan kalau bisa bagi hasil dengan petani yang usahanya jalan. Kelayakan bisa dicek bertingkat, melalui pemkot hingga pemprov," usulnya.

Sementara itu, petani milenial lainnya bernama Khafidz mengaku berhasil mendapatkan omset Rp 40 juta dalam sebulan dari hasil hidroponik. Ia pun berharap dapat mendapat bantuan dari Pemerintah dengan lebih efektif.

"Akses bantuan jangan selalu lewat poktan (kelompok tani), tapi juga ke individu yang terbukti bagus bisa diberikan juga. Karena untuk yang tidak punya kelompok agak susah jadinya," kata Khafidz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.