Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Banten fokus pengendalian komoditas penyebab inflasi

📅 Senin, 15 Jan 2024, 23:46 WIB | Oleh:
Pemprov Banten fokus pengendalian komoditas penyebab inflasi Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Pj Gubernur Banten Al Muktabar, di Serang, Banten,

Serang - Pemerintah Provinsi Banten saat ini fokus pada pengendalian beberapa komoditas penyebab inflasi seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan daging ayam ras.Pj Gubernur Banten Al Muktabardi Serang, Banten, Senin, mengatakan, kenaikan harga beberapa komoditas secara nasional telah menjadi penyebab inflasi.

Beberapa komoditas itu yakni beras dan cabai merah yang berdasarkan analisa Badan Ketahanan Pangan menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Desember 2023. Beras pada posisi 0,53 persen dan cabai merah 0,24 persen."Beberapa waktu lalu, beberapa komoditas disebut berpengaruh besar terhadap angka inflasi nasional dan juga daerah. Namun saat ini kondisinya sudah semakin terkendali, meskipun masih memerlukan berbagai upaya," katanya.Al menjelaskan, terkait dengan pengendalian harga beras dirinya sudah melakukan pemantauan di beberapa titik seperti di Kecamatan Tanara yang sudah mulai melakukan percepatan gerakan masa tanam padi."Untuk bibit dan pupuknya juga sudah kita ajukan ke pusat," ujarnya.Hal yang sama juga dilakukan terhadap komoditas bawang merah. Meskipun di beberapa lokasi seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang sudah memasuki masa panen bawang merah, tapi masih dibutuhkan tambahan stok untuk memenuhi kebutuhan."Kita sudah melakukan kerja sama dengan daerah penghasil untuk tambahan stok bawang merah seperti dengan Brebes dan Wonosobo," ucapnya.Sedangkan untuk bawang putih, diakui Al masih mengandalkan impor yang dilakukan oleh kementerian atau lembaga terkait."Makanya kita secara rutin melakukan evaluasi seperti ini, salah satu tujuannya untuk mengetahui kondisi di setiap daerah serta persoalan apa saja yang dihadapi, sehingga bisa diintervensi bersama-sama," jelasnya.Secara umum, Al mengatakan inflasi di Provinsi Banten cukup terkendali. Secara month-to-month Kota Serang yang sebelumnya menjadi sorotan karena cukup tinggi, saat ini sudah menurun di kisaran 2,11 persen."Tinggal Kota Cilegon dan Kota Tangerang. Kota Tangerang ada kenaikan karena faktor harga avtur pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang notabeneitu merupakan kewenangan pusat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Iga Swiatek Tak Terbebani J...
Daerah
Pemkab Jayawijaya Hanya Izi...

Wagub DKI: HUT Jakarta Momentum Perkuat Budaya Tertib

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Wagub DKI: HUT Jakarta Mome...
Olahraga
Zverev dan Andreeva Siap Me...
Megapolitan
Jakarta Penuh Warna Semarak...
Megapolitan
Program KOMLING Dukung Peng...
Olahraga
Timnas Voli Indonesia Juara...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.