RI Harus Waspadai Ancaman Inflasi Pangan seperti di Argentina
📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Inflasi seperti di Argentina menunjukkan rakyatnya sudah benar-benar kehilangan daya beli, dan ini berbahaya. Pemerintah harus mengambil ini sebagai pelajaran dan tidak boleh membiarkan inflasi terus berulang. Kalau dibiarkan bisa lampu merah, negara dalam bahaya karena akan jatuh dalam krisis," tegas Bagong.
Kurangi Bahan Baku Impor
Sementara itu, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan Indonesia harus waspada agar kejadian di Argentina tidak terjadi di Indonesia. Pemerintah harus menjaga agar inflasi terkendali.
"Kurangi kebergantungan pada bahan baku impor yang dapat memicu inflasi dari kenaikan biaya produksi," tegas Awan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal lainnya adalah meningkatkan produktivitas serta memperbaiki tata niaga dan rantai distribusi.
"Produksi, tata niaga, dan rantai distribusi ini harus lebih demokratis dan terkendali. Jangan sampai dikendalikan oleh kelompok tertentu," tegas Awan.
Negara, jelasnya, harus hadir secara optimal agar pasar tidak dikendalikan kalangan tertentu saja. Kehadiran negara juga termasuk melalui revitalisasi Bulog. Indonesia, papar Awan, juga termasuk terancam karena sebagian bahan pangan dan bahan baku industri bersumber dari impor. Sementara kebergantungan pada impor ini sangat rawan bergejolak karena masalah geopolitik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketegangan di Timur Tengah ditambah meningkatnya gangguan militan Houthi Yaman menyebabkan jalur perdagangan global terganggu. "Dinamika geopolitik seperti itu perlu diperhatikan agar ekonomi tidak mengalami masalah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!