Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Waspadai Ancaman Inflasi Pangan seperti di Argentina

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Waspadai Ancaman Inflasi Pangan seperti di Argentina Doc: Sumber: Central Bank of Argentina - KJ/ONES

» Sekitar 40 persen penduduk Argentina saat ini hidup di bawah garis kemiskinan.

» Produksi, tata niaga, dan rantai distribusi harus demokratis dan tidak dikendalikan oleh kelompok tertentu.

BUENOS AIRES - Badan Statistik Pemerintah Argentina atau National Institute of Statistics and Census of Argentina (INDEC), pada Kamis (11/1), merilis angka resmi inflasi tahunan negara Amerika Latin itu yang melonjak 211,4 persen pada 2023, tertinggi dalam 32 tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Times of India, data tersebut mencerminkan dampak kuat dari serangkaian tindakan yang mengejutkan, termasuk devaluasi mata uangnya 50 persen, yang dilaksanakan oleh tokoh sayap kanan, Presiden Javier Milei, dengan harapan dapat mengendalikan lonjakan inflasi.

Menurut INDEC, inflasi tahunan itu lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 95 persen. Sementara itu, inflasi bulanan per Desember 2023 mencapai 25,5 persen, naik dari November yang tercatat 12,8 persen, namun sedikit di bawah perkiraan pemerintah sebesar 30 persen.

"Makanan dan minuman non-alkohol sebagai kontributor terbesar inflasi tahunan yang meningkat rata-rata 29,7 persen pada Desember," kata INDEC.

Produk konsumsi massal lainnya juga meningkat sekitar 30 persen, sementara obat-obatan mengalami kenaikan rata-rata 40 persen.

Consultancy Eco Go memperingatkan akan adanya sedikit perlambatan harga pangan pada hari-hari pertama di Januari dan memproyeksikan kenaikan biaya hidup bulanan kurang dari 23 persen pada bulan Desember.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Buenos Aires sebelum angka tersebut dirilis, Milei mengatakan jika tingkat inflasi bulanan berada di bawah perkiraan maka hal tersebut merupakan sebuah pencapaian.

"Kalau angkanya mendekati 25 persen, berarti keberhasilannya luar biasa," kata Milei.

Dalam pidato pelantikannya, Milei mengumumkan rencana penyesuaian yang bertujuan untuk mencegah hiperinflasi dan memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut pada awalnya akan berdampak negatif pada tingkat aktivitas, lapangan kerja, upah riil, dan jumlah orang miskin dan tidak mampu.

Diperkirakan sekitar 40 persen penduduk Argentina saat ini hidup dalam kemiskinan. Milei mengatakan dalam wawancara bahwa setelah variabel makroekonomi stabil, dia kemudian akan melakukan dollarisasi perekonomian.

"Kita akan terus melihat periode inflasi dengan angka yang mengerikan, tapi kemudian kita akan melihat bahwa langkah selanjutnya adalah jatuhnya inflasi," Milei.

Menanggapi hal itu, pakar kemiskinan sekaligus Guru Besar Ilmu Sosiologi, Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan berkaca pada situasi di Argentina, pemerintah Indonesia tidak boleh meremehkan kondisi inflasi dalam negeri yang jika dibiarkan dapat membuat masyarakat miskin semakin menderita, dan negara terjebak krisis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.