• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pantai Palangpang, Ikon B...

Pantai Palangpang, Ikon Bahari di Geopark Ciletuh

Sabtu, 13 Jan 2024, 06:10 WIB

Memiliki topografi berupa pegunungan, perbukitan, dataran rendah, teluk, dan pesisir samudra, Taman Bumi Global UNESCO Ciletuh-Palabuhanratu menawarkan bentang alam yang lengkap. Pantai Palangpang dan sekitarnya menjadi daya tarik utamanya.

Taman Bumi Global UNESCO Ciletuh-Palabuhanratu saat ini menjadi salah satu tujuan wisata penting di Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan Taman Bumi Ciletuh-Palabuhanratu memiliki topografi berupa pegunungan, perbukitan, dataran rendah, teluk, dan pesisir samudra.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Risky Andrianto

UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dalam bahasa Inggris, merupakan kombinasi dari sistem Gurillapps yaitu gunung, rimba, lembah, laut, pulau, pantai, sungai. dengan luas 126.100 hektare, wilayahnya menawarkan berbagai pemandangan yang menarik salah satunya Pantai Palangpang.

Di Teluk Ciletuh yang menjorok ke timur, terdapat pantai berbentuk melengkung. Pantai ini menghadap persis ka arah barat, sebuah posisi sempurna bagi pengunjung untuk menikmati matahari terbenam (sunset).

Pantai Palangpang berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Jaraknya dengan Palabuhanratu mencapai 37,7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 7 menit. Sedangkan jaraknya dengan Kota Sukabumi sejauh 90,0 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar 2 jam 46 menit.

Sebelum sampai ke lokasi, wisatawan akan melewati perjalanan yang penuh kesan melewati jalan aspal yang berkelok-kelok dan naik turun. Pemandangan yang dilewati sepanjang perjalanan menjadi hiburan tersendiri sebelum sampai ke pantai yang dituju.

Setelah perjalanan yang melelahkan bisa mampir dulu ke Puncak Darma untuk beristirahat sambil makan atau minum karena di sini terdapat beberapa warung. Dari ketinggian 230 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa dilihat bentang alam geopark Ciletuh yang ada di bawahnya.

Dari Puncak Darma terlihat lembah yang berbentuk tapal kuda. Secara geomorfologi, bentang alam kawasan Ciletuh dan sekitarnya merupakan bagian dari morfologi Pegunungan Selatan Jawa yang berbentuk pegunungan bergelombang dengan ketinggian yang sangat bervariasi menurut laporan Martodjojo berjudulEvolusi Cekungan Bogor, Jawa Barat(1984).

Bentuk morfologi Teluk Ciletuh menyerupai bentuk amphitheater berupa dataran yang dikelilingi tebing tinggi terbuka ke arah barat. Di dalamnya terdapat komplek batuan melange berumur tua dari era Pra-Tersier sekitar 70 juta tahun yang lalu yang dikenal dengan Bancuh Gunung Beas dan Gunung Badak serta Citireum, yang dibatasi oleh tinggian Formasi Jampang di sebelah utara.

Setelah beristirahat di Puncak Darma, perjalanan bisa dilanjutkan. Dari titik tersebut jarak ke Pantai Palangpang sejauh 5,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 12 menit saja, dengan kontur jalan cenderung menurun.

Setelah menempuh beberapa waktu perjalanan, akan ditemukan petunjuk Pantai Palangpang. Tidak jauh maka akan terlihat pintu gerbang permanen di kanan jalan dengan tulisan "Selamat Datang di Pantai Palangpang". Setelah pintu gerbang, akan ada loket tiket. Tarif masuk pengunjung hanya sebesar 5.000 rupiah per orang.

Pulau Kunti

Pantai Palangpang mendominasi pantai Teluk Ciletuh. Panjangnya sekitar 2,5 kilometer dengan pasir berwarna krem. Pantai yang tersembunyi dari Samudra Hindia memiliki ombak yang tenang, sangat cocok untuk kegiatan bermain air. Pasir pantainya cukup luas dengan kemiringan yang landai.

Di pantai tersebut bisa menaiki perahu berkeliling Teluk Ciletuh. Kapal ini merupakan kapal nelayan dengan cadik di kanan kiri yang bisa digunakan untuk mencari ikan di laut, sehingga cukup aman untuk digunakan di perairan ini.

Umumnya jasa perahu yang ditawarkan digunakan untuk menyinggahi Pulau Kunti dengan tarif 35.000 rupiah per orang. Pulau karang ini memiliki pasir putih dan batuan sisa letusan gunung api purba. Namun mulai 2024 ini, pulau tersebut ditutup untuk konservasi.

Alasan penutupan karena saat ini terlalu banyak wisatawan yang datang membuatnya kumuh. Hal ini dapat mengancam status kawasan ini sebagai global geopark dari UNESCO yang telah diraih pada 12 April 2018.

Pulau Kunti sebenarnya menjadi salah satu tempat terbaik di Geopark Ciletuh. Pasir pantainya putih bersih, dengan air laut berwarna biru dengan ombak yang bersahabat. Atraksibanana boatjuga tersedia di sini.

Pantai di Pulau Kunti didatangi bagi mereka yang belum puas di Pantai Palangpang. Pantai ini airnya sedikit keruh karenanya adanya dua sungai yaitu Sungai Cimarinjung di sisi utara dan Sungai Ciletuh sisi selatan yang bermuara di teluk ini.

Namun Pantai Palangpang tetap menawarkan pesonanya. Adanya pemandangan Curug Cimarinjung dengan airnya yang jatuh dari ketinggian 50 meter merupakan keindahan lain yang ditawarkan. Pemandangan ini memadukan keindahan pemandangan alam bahari dan pegunungan dalam satu tempat.

Curug Cimarinjung yang berada di timur laut dari bibir pantai merupakan satu dari sembilan curug yang ada di kawasan cagar alam nasional ini. Debit air yang cukup deras, karena sebenarnya merupakan aliran sungai cukup besar bernama Sungai Cimarinjung.

Bagi yang penasaran air terjun Curug Cimarinjung dapat didatangi dari arah pantai. Jaraknya dari kawasan pantai sekitar 2 kilometer. Pemandangan selama menuju ke curug berupa Sungai Cimarinjung hamparan sawah yang berundak-undak.

Sore hari menjadi waktu yang ditunggu saat di Pantai Palangpang, karena dapat melihat pemandangansunset. Jika sedang beruntung akan terlihat pemandangan siluet jingga di ufuk barat, sebuah momen untuk mengabdikan diri di tempat yang cukup jauh ini.

Sebagai ikon wisata di Sukabumi bagian selatan, kawasan Taman Bumi Ciletuh, dengan Pantai Palangpang saat ini dipadati dengan berbagai acara. Di sini sering diselenggarakan festival musik, budaya, dan berbagai acara sekala besar lainnya.

Pantai Palangpang memang cukup jauh dari kota. Perjalanan yang memakan waktu lama dan melelahkan ke tempat ini mengharuskan wisatawan untuk bermalam. Saat ini telah tersedia beberapa penginapan berupaguest housedengan tarif mulai dari 200 ribu rupiah per malam. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.