Perencanaan Pembangunan Sistem Pertahanan Harus Konsisten
📅 Senin, 08 Jan 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH
JAKARTA - Calon Presiden RI nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menekankan pentingnya perencanaan pembangun sistem pertahanan Indonesia harus konsisten dan tidak boleh gonta-ganti.
Hal itu disampaikan Ganjar saat menjawab pertanyaan dari capres nomor urut 1, Anis Baswedan, yang menanyakan penilaian Ganjar terhadap kinerja Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang kini dipimpin Prabowo Subianto, capres nomor urut 2.
Ganjar menilai perencanaan dalam membangun sistem pertahanan harus mendengarkan pendapat dari perwakilan ketiga matra angkatan TNI, baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara.
Menurut Ganjar, penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertahanan Indonesia yang dibeli Kemhan harus sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan, alutsista tersebut lebih baik disimpan di museum saja.
"Saya ketemu dengan seseorang, berpangkat cukup tinggi. Kalau Bapak kasih persenjataan yang tidak saya butuhkan, sudah saya siapkan museum," kutip Ganjar dalam debat ketiga capres/cawapres yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kritik tersebut, jelasnya, perlu disampaikan kepada pihak terkait karena menyangkut kepentingan Tanah Air, bukan menjadi wujud adanya perasaan dengki.
Adapun tema debat ketiga yang diselenggarakan KPU, meliputi pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri.
Modernisasi Alutsista
Sebaiknya Anda baca juga:
Ganjar dalam kesempatan itu juga menyatakan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di sektor laut harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan pertahanan dalam negeri.
"Tidak ada serangan yang masuk lewat darat maka yang harus diperkuat adalah sektor laut," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, sektor laut menjadi prioritas utama mengingat Indonesia merupakan negara maritim yang mayoritas teritorial dikelilingi oleh laut.
"Mereka butuh sonar, mereka butuh sensor, dan mereka sampaikan kebutuhan itu penting hari ini," kata Ganjar saat menjawab pertanyaan Prabowo mengenai prioritas pengembangan alutsista.
Setelah laut, modernisasi alutsista selanjutnya adalah pertahanan udara, dan terakhir darat. Untuk udara, dia mengkritisi kebijakan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan yang memilih untuk membeli pesawat bekas yang dinilainya memiliki risiko.
"Saya tidak rela, kasihan prajurit pesawatnya bekas. Dia harus latihan lagi tiga tahun, kasihan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!