Kelompok Etnis Bersenjata Myanmar Klaim Kuasai Kota Penting di Utara
📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 14:38 WIB | Oleh: Tim PenulisMeskipun Tiongkok adalah pemasok senjata utama dan sekutu junta, hubungan keduanya tegang dalam beberapa bulan terakhir karena kegagalan junta menindak operasi penipuan online yang menurut Beijing menargetkan warga negara Tiongkok.
Pada Sabtu, surat kabar pemerintah The Global New Light of Myanmar melaporkan, Min Aung Hlaing telah bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Sun Weidong di ibu kota Naypyidaw.
Keduanya "bertukar pandangan mengenai upaya untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan antara Myanmar dan Tiongkok", katanya.
Meningkatnya pertempuran di dekat Laukkai mendorong Beijing meminta warganya meninggalkan daerah tersebut bulan lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para analis mengatakan Tiongkok memelihara hubungan dengan kelompok etnis bersenjata di Myanmar utara, beberapa di antaranya memiliki hubungan etnis dan budaya yang dekat dengan Tiongkok dan menggunakan mata uang serta jaringan telepon Tiongkok di wilayah yang mereka kuasai.
Serangan aliansi tersebut telah membangkitkan semangat penentang junta lainnya. Bentrokan telah menyebar ke timur dan barat Myanmar.
Menurut PBB, lebih dari setengah juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puluhan kelompok etnis minoritas bersenjata memerangi militer Myanmar sejak merdeka dari Inggris pada 1948.
Beberapa kelompok menginginkan otonomi yang lebih besar, sementara yang lain hanya menginginkan hak untuk menjalankan perdagangan batu giok, obat-obatan, dan kayu yang menguntungkan di wilayah mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!