Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muhadjir: Kemenko PMK Luncurkan Sistem Pendeteksi Penyakit Zoonosis

📅 Kamis, 21 Des 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhadjir: Kemenko PMK Luncurkan Sistem Pendeteksi Penyakit Zoonosis Doc: kemenkopmk.go.id
Ket. Muhadjir Effendy, Menko PMK

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) untuk mendeteksi ancaman penyakit menular dari hewan ke manusia.

"Aplikasi SIZE ini untuk mengoptimalkan respons cepat terhadap kejadian zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, serta terhadap Emerging Infectious Diseases atau Penyakit Infeksius Baru (PIB)," ujar Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/12|.

Muhadjir mengatakan dewasa ini ancaman penyakit zoonosis seperti rabies, antraks, leptospirosis, hingga flu burung semakin meningkat.

Untuk mendeteksi munculnya penyakit infeksius baru (PIB) yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB), wabah, bahkan bisa menjadi pandemi seperti Covid-19, dibutuhkan sistem informasi yang mampu merespons dengan cepat.

Menurut Menko PMK, aplikasi SIZE disiapkan sebagai alat bantu untuk mengurai hambatan dalam koordinasi dan pertukaran data lintas sektor dari tingkat daerah hingga pusat.

Aplikasi SIZE menghubungkan tiga sistem surveilans kesehatan di tiga instansi, yaitu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons/SKDR di Kementerian Kesehatan, Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi Nasional/ISIKHNAS di Kementerian Pertanian, dan Sistem Informasi Kesehatan Satwa Liar/SEHATSATLI di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Alur kerja SIZE terdiri atas fitur berbagi data kasus zoonosis dari tiga sistem informasi yang saling interoperabel, notifikasi kewaspadaan (alert) kepada pengguna, penghubungan antar-kasus, pencatatan respons cepat, dan evaluasi kinerja respons kasus lintas sektor.

Aplikasi SIZE digunakan oleh petugas lapangan di sektor kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, konservasi (satwa liar), atau petugas lain yang tergabung dalam tim respons cepat (TRC) Tikor zoonosis dan PIB yang dibentuk oleh kepala daerah.

"Mudah-mudahan aplikasi yang berfungsi sebagai integrator ini bisa maksimal, sehingga kita bisa lebih profesional, trengginas, cekatan dalam merespons berbagai macam kasus yang berkaitan dengan penyakit zoonosis," kata Muhadjir. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.