Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter THT Jelaskan Perbedaan Pilek Alergi dan Selesma

📅 Jumat, 15 Des 2023, 23:13 WIB | Oleh:
Dokter THT Jelaskan Perbedaan Pilek Alergi dan Selesma Doc: antara

Konsultan Divisi Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) Alergi Imunologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr.dr. Nina Irawati, Sp.THT-BKL, Subsp.A.I(K) menjelaskan pilek alergi berbeda dengan selesma terutama soal penyebab dan durasi penyakit.

Nina saat diskusi daring di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa pilek alergi pada dasarnya merupakan kondisi peradangan kronis pada hidung setelah adanya paparan dari alergen seperti tungau, debu rumah, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, bahkan perubahan suhu seperti yang tengah berlangsung di masa perubahan musim.

"Biasanya menunjukkan beberapa gejala seperti hidung berair, ada cairan yang encer dan bening, bersin berulang-ulang, rongga hidung yang mampet, serta kerap menyebabkan rasa gatal pada hidung. Ini biasanya terjadi karena paparan alergen itu," kata Nina.

Menurut dia, reaksi pilek alergi berbeda dengan selesma yang juga merupakan infeksi pada hidung namun biasanya terjadi akibat menurunnya daya tahan tubuh.

Selain penyebab, hal yang membedakan pilek alergi dan selesma adalah durasi yang dialami oleh penderita. Biasanya pilek alergi terjadi lebih dari satu minggu atau bahkan berbulan-bulan sedangkan untuk selesma biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat sekitar tujuh sampai 10 hari.

Kasus pilek alergi kerap meningkat memasuki pancaroba menuju ke musim penghujan.

Beberapa penanganan yang perlu dilakukan oleh penderita saat mengalami pilek alergi sebenarnya cukup sederhana. Hal yang pertama wajib dan harus dilakukan ialah dengan menghindari alergen.

Misalnya apabila pilek alergi terjadi karena debu, maka penderita harus rajin membersihkan tempat tinggalnya agar debu bisa dikontrol dan tidak memperparah kondisi alergi.

Langkah lainnya yang bisa dilakukan penderita pilek alergi ialah dengan melakukannassal washatau pencucian hidung menggunakan cairan steril seperti NaCl yang kini mudah di dapatkan di toko-toko obat.

Apabila pilek alergi tidak membaik dan justru memberikan dampak yang mengganggu pada kualitas hidup, pengobatan menggunakan tablet anti alergi atau pun semprotannassal sprayyang diresepkan dokter harus dilakukan dengan berkelanjutan.

"Terapi (obat) harus berkelanjutan atau disebut jugacontinous treatment, maintenancerutin obat harus dilakukan oleh orang yang mengalami pilek alergi ini," kata Nina.

Sebagai langkah memperkuat tubuh agar tidak mudah terpicu oleh alergi yang menimbulkan pilek alergi, Nina menyarankan penderita bisa menambah suplementasi seperti vitamin C, vitamin B, vitamin D, serta antioksidan sepertiZincatau Seng.

Olahraga juga tetap bisa dilakukan oleh penderita pilek alergi untuk ikut menyeimbangkan sistem kerja tubuh secara keseluruhan.

Rutin membersihkan lingkungan tempat tinggal juga dapat membantu khususnya untuk mereka yang memiliki pilek alergi akibat alergen seperti debu atau bulu hewan peliharaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.