- Home
-
- Luar Negeri
-
- Saingi Boeing dan Airbus, ...
Saingi Boeing dan Airbus, Tiongkok Pamerkan Jet C919 Buatan Dalam Negeri
Kamis, 14 Des 2023, 10:23 WIBHONG KONG - Pesawat jet penumpang baru Tiongkok yang diproduksi di dalam negeri memulai debutnya di luar daratan pada Rabu (13/12). Media internasional di Hong Kong melihat dari dekat untuk pertama kalinya.
Pesawat jet C919 melakukan penerbangan komersial perdananya pada Mei lalu, menjadi kunci ambisi Beijing selama puluhan tahun untuk bersaing dengan Barat serta mengurangi ketergantungan Tiongkok pada teknologi asing.
Pihak berwenang Tiongkok berharap pesawat ramping dan berbadan sempit yang dibuat oleh perusahaan milik negara Commercial Aircraft Corp of China (COMAC) ini akan menantang model asing seperti Boeing 737 MAX dan Airbus A320.
Kini dipajang di Bandara Internasional Hong Kong, C919 akan terbang di atas Pelabuhan Victoria di kota itu pada hari Sabtu.
Pemimpin Hong Kong John Lee pada hari Rabu memuji pengembangan C919 dan ARJ21 - model yang lebih kecil dan lebih awal yang dibuat oleh COMAC - sebagai "tonggak penting" dalam sektor penerbangan Tiongkok.
"Keberhasilan pengembangan jet penumpang besar di Tiongkok melambangkan posisi terdepan Tiongkok dalam industri manufaktur transportasi," kata Lee pada upacara penyambutan di bandara.
C919 telah menerima lebih dari 1.000 pesanan, tambahnya.
Tiongkok berinvestasi besar-besaran pada pesawat jet buatan dalam negeri sebagai upaya mencapai swasembada teknologi penting. Namun demikian banyak suku cadang C919 yang bersumber dari luar negeri.
Jet tersebut menerima sertifikasi resmi untuk terbang tahun lalu setelah lebih dari satu dekade dalam pengembangan tetapi belum mendapatkan pembeli internasional.
Wartawan dan tamu diundang untuk melakukan tur pesawat pada hari Rabu, dua hari berikutnya untuk kunjungan perwakilan masyarakat setempat.
C919, yang mendarat di kota itu pada hari Selasa, akan terbang mengelilingi Hong Kong dua kali pada Sabtu pagi jika cuaca memungkinkan, kata pemerintah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat
-
Sabalenka Mengejar Kebangkitan di Toronto
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Nagasaki Peringati 81 Tahun Peristiwa Bom Atom AS di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.