Prakiraan Cuaca Terkini, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi Dua Hari ke Depan

Rabu, 13 Des 2023, 00:35 WIB

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 13-14 Desember 2023.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan pola angin menjadi salah satu yang menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang tinggi.

Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 4-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru," katanya.

Kondisi itu, kata dia, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai.

Begitu juga di perairan Bengkulu hingga Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Nias, Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa, Selat Bali-Badung-Lombok-Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Laut Natuna utara.

Kemudian, perairan utara Kepulauan. Anambas hingga Kepuauan Natuna, perairan Kepulauan Subi hingga Kepulauan Serasan, perairan barat Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian timur, Laut Banda, perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar.

Termasuk di perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, perairan Kepulauan Sitaro hingga Bitung, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sula bagian Utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan Manokwari hingga Jayapura, dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Jayapura.

"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," kata Eko Prasetyo.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Molinas Diproyeksi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Anggota DPR Minta Pemerintah Perbaiki Status Guru Madrasah Swasta

Gubernur Minta PWNU Banten Jaga Kekompakan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru PPPK Daerah 3T jadi PNS

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Gibran Tinjau Dampak Gempa di NTT, Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Mesin Ekonomi Baru di Pesisir! KNMP Konawe Suplai 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor ke Luar Kota

Komisi X DPR Minta BPK NTT Laporkan Kondisi Situs Budaya yang Terdampak Gempa

Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.