Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Perbanyak Bendungan

📅 Senin, 11 Des 2023, 08:51 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Perbanyak Bendungan Doc: istimewa

JAKARTA-Indonesia perlu membangun banyak bendungan untuk menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Dalam 10 tahun terakhir, pemerintah membangun 61 bendungan, namun dinilai masih belum cukup melihat luas wilayah Indonesia dan jumlah populasinya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono berharap pembangunan bendungan ke depan bisa terus dilanjutkan dengan manambahnya 50 setiap 5 tahun. "Indonesia butuh banyak tambahan tampungan air lagi untuk menghadapi cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Tidak ada pilihan lain untuk mengatasi banjir dan kekeringan, kecuali dengan menambah bendungan dan embung lebih banyak lagi," ungkap Basuki Seminar Nasional Bendungan Besar 2023 di Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, akhir pekan lalu.

Selain itu, terangnya, intellectual exercise harus terus dijaga dalam membangun dan mengelola bendungan. "Jika selama ini kita membangun bendungan dengan tipe yang sama, rockfill dam, maka ke depannya kita perlu inovasi agar teknologi bendungan kita bisa lebih baik dan maju," kata Basuki.

Sebagai perbandingan, jumlah bendungan di RI masih sangat sedikit karena baru mencapai 230-an bendungan. Angka itu masihbjauh dibandingkan dengan Korea Selatan (Korsel) yang mencapai 3.000 bendungan, padahal luasnya hanya seluas Provinsi Jawa Tengah. Tiongkok bahkan memiliki 98.000 bendungan.

Realisasi Pembangunan

Pemerintah hingga saat ini sudah menyelesaikan pembangunan 32 embung dan bendungan. Saat ini pemerintah juga masih dalam pengerjaan sebanyak 25 bendungan yang akan diselesaikan secara bertahap, rinciannya sebanyak 10 bendungan pada 2023 dan 15 bendungan pada 2024.

Dengan program pembangunan yang sudah dan sedang dikerjakan, diperkirakan sekitar 300 bendungan beroperasi di Indonesia pada 2024, meningkat dari sekitar 230-an bendungan pada 2014.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono selaku Ketua Umum Komite Nasional untuk Bendungan Besar (KNI-BB) mengatakan, dalam Seminar Nasional Bendungan Besar 2023 bertema Keamanan Bendungan dalam Menghadapi Beban Ekstrim dan Perubahan Iklim, terdapat lima isu utama yang diangkat, meliputi bendungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim, tantangan pembangunan bendungan dan tanggul di masa depan, keamanan bendungan dan tanggul dalam menghadapi cuaca ekstrim, keamanan bendungan terhadap gempa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.