AS Desak Beijing Hentikan Tindakan 'Berbahaya' di Laut Tiongkok Selatan

Senin, 11 Des 2023, 08:45 WIB

WASHINGTON - Amerika Serikat pada Minggu (10/12) menyerukan agar Beijing menghentikan tindakannya yang "berbahaya dan mengganggu stabilitas" di Laut Tiongkok Selatan, setelah sebuah kapal Filipina dan kapal Penjaga Pantai Tiongkok bertabrakan di dekat terumbu karang yang diperebutkan.

Kedua negara saling menyalahkan setelah insiden Minggu pagi. Insiden itu menjadi konfrontasi terbaru di laut yang disengketakan.

Ket. Foto: Kapal penjaga pantai Filipina BRP Malapascua (di depan) bermanuver saat kapal penjaga pantai Tiongkok memotong jalurnya di Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. — Sumber: SCMP/AFP

Tabrakan terjadi saat misi pasokan Filipina ke garnisun kecil di Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly, titik konflik bagi Manila dan Beijing. Peristiwa terjadi sehari setelah insiden lain di dekat Scarborough Shoal.

Pada kedua hari tersebut, kapal-kapal Tiongkok "menggunakan meriam air dan melakukan manuver yang ceroboh, termasuk memaksakan tabrakan, menyebabkan kerusakan pada kapal-kapal Filipina yang melakukan misi pasokan resmi ke lokasi-lokasi tersebut, dan membahayakan keselamatan awak kapal Filipina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller dalam sebuah pernyataan.

Kapal-kapal di Scarborough Shoal "juga menggunakan perangkat akustik, melumpuhkan awak kapal Filipina, dan mengusir kapal penangkap ikan Filipina," katanya.

"Tindakan ini tidak hanya mencerminkan pengabaian yang sembrono terhadap keselamatan dan penghidupan warga Filipina, tetapi juga terhadap hukum internasional," kata Miller.

Ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Manila dan Beijing terkait perairan ini telah berkobar dalam beberapa bulan terakhir menyusul sejumlah insiden yang melibatkan kapal Filipina dan Tiongkok, termasuk dua tabrakan sebelumnya.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, termasuk perairan dan pulau-pulau di dekat pantai negara-negara tetangganya, dan mengabaikan keputusan pengadilan internasional yang menyatakan bahwa klaim mereka tidak memiliki dasar hukum.

Negara ini mengerahkan perahu untuk berpatroli di jalur air yang sibuk dan telah membangun pulau-pulau buatan yang telah dimiliterisasi untuk memperkuat klaimnya.

Miller mengatakan keputusan pengadilan internasional pada 2016 "bersifat final dan mengikat secara hukum bagi RRT dan Filipina."

AS "menyerukan kepada RRT untuk mematuhi keputusan tersebut dan menghentikan tindakannya yang berbahaya dan mengganggu stabilitas," tambahnya, menggunakan akronim dari Republik Rakyat Tiongkok.

"Amerika Serikat mendukung sekutu Filipina kami dalam menghadapi tindakan berbahaya dan melanggar hukum ini," katanya. Ia menambahkan bahwa perjanjian pertahanan bersama antara AS dan Filipina meluas hingga serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum, atau pesawat terbang, termasuk pasukan Penjaga Pantainya, di mana pun di Laut Tiongkok Selatan."

Filipina mengatakan salah satu kapalnya "ditabrak" oleh Tiongkok dalam insiden pada hari Minggu.Namun Penjaga Pantai Tiongkok menuding kapal Filipina "sengaja bertabrakan" dengan kapal Tiongkok setelah mengabaikan "berbagai peringatan keras".

Hubungan antara Manila dan Beijing memburuk di bawah pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos, yang berupaya meningkatkan hubungan dengan sekutu tradisionalnya, Washington, dan melawan tindakan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.