Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kutai Kartanegara Bisa Jadi Lumbung Perikanan untuk IKN

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kutai Kartanegara Bisa Jadi Lumbung Perikanan untuk IKN Doc: Antara/HO Prokom Kukar
Ket. Wabub Kukar Rendi Solihin (baju putih) di tengah masyarakat Kecamatan Muara Badak, Kukar.

KUTAI KARTANEGARA - Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rendi Solihin menyebutkan kabupaten itu bisa menjadi lumbung pangan perikanan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kutai Kartanegara memiliki garis pantai terpanjang hingga 1.571 km dari total garis pantai Kaltim yang sepanjang 3.776 km dengan jumlah nelayan terbanyak di Kaltim sehingga bisa menjadi lumbung pangan perikanan," kata Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (9/12).

Untuk beras, Kutai Kartanegara sudah menjadi penyumbang sekitar 50 persen dari kebutuhan pangan di Kaltim, sedangkan untuk kebutuhan ikan di Kaltim, Kutai Kartanegara sudah bisa memenuhinya, bahkan sebagian sudah dikirim ke Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa.

"Berangkat dari kondisi ini, maka subsektor perikanan harus menjadi ekonomi unggulan di Kutai Kartanegara, khususnya untuk peningkatan perekonomian yang berkelanjutan dalam menghadapi kepindahan IKN tak lama lagi," kata Rendi.

Sebagai upaya untuk memotivasi nelayan dan pembudidaya ikan meningkatkan produksi perikanan, maka pihaknya memberikan bantuan perlengkapan bagi mereka seperti perahu, mesin perahu, jaring, jala, bibit ikan, bibit udang, obat-obatan ikan dan lainnya.

Seperti dua hari lalu Rembuk Nelayan di Kecamatan Muara Badak, ia menyerahkan bantuan kepada kelompok nelayan setempat berupa mesin kapal dompeng sebanyak 42 unit, bibit ikan bandeng sebanyak 500 ribu ekor, saponin (obat-obatan untuk budi daya udang) sebanyak 5 ton.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan dana hibah Program Kutai Kartanegara Berkah kepada pesantren dan rumah ibadah di Muara Badak, masing-masing untuk Masjid Nurul Iman sebesar Rp1 miliar dan untuk Yayasan Al Muhajirin senilai Rp200 juta.

Rendi mengatakan Rembuk Nelayan sebagai wadah merencanakan kebutuhan para nelayan Muara, sebagai evaluasi mengenai program dan penyaluran bantuan.

"Jangan sampai nelayan terus-menerusmenerima bantuan alat tiap tahun, karena ini menggambarkan nelayan tersebut tidak berubah dan tidak berkembang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.