Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Urban Farming Perlu Digalakkan di Sumut

📅 Rabu, 06 Des 2023, 00:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Urban Farming Perlu Digalakkan di Sumut Doc: ANTARA/Michael Siahaan
Ket. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumatera Utara Muhammad Juwaini.

Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyatakan urban farmingatau pertanian yang dilakukan di perkotaan dengan sebagian besar media tanamnya tidak di permukaan tanah, perlu digalakkan di wilayahnya.

"'Urban farmingitu aktivitas yang sangat bagus," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura SumutMuhammad Juwaini, di Medan, Selasa.

Menurut Juwaini, urban farmingideal dilakukan demi menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga. Sebab, dengan metode tersebut, masyarakat dapat menanam berbagai tumbuh-tumbuhan bermanfaat mulai dari tanaman pangan, sayur-sayuran dan hortikultura khususnya cabai.

"Jadi ketika harga komoditas pangan misalnya cabai merah tinggi, urban farmingbisa menyediakan kebutuhannya," ujarJuwaini.

Melihat banyaknya manfaat urban farming, Juwaini pun mengaku senang melihat hasil Sensus Pertanian 2023 tahap I oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, salah satu hasilnya memperlihatkan usaha urban farmingterus menggeliat di provinsi tersebut.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 Tahap I pada 1 Juni-31 Juli, terdapat 494 unit usaha urban farmingperorangan di Sumut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 unit atau 27,73 persen, jumlah terbanyak dari wilayah lainnya, berada di Kota Binjai.

Urban farmingperorangan, yang umumnya menggunakan teknik hidroponik, akuakultur, vertikultur, dan lain-lain, tersebar nyaris di seluruh wilayah Sumut mulai dari pantai timur ke pantai barat, baik di dataran tinggi maupun di lingkup kepulauan.

Di dataran tinggi Sumut, pertanian urban farmingterbanyak ada di Kabupaten Simalungun dan karo dengan jumlah masing-masing 13 unit.

Di pantai timur, Kota Binjai yang mendominasi urban farmingdengan 137 unit. Sementara di pantai barat, urban farmingterpusat di Kabupaten Tapanuli Tengah yang memiliki enam unit usaha di sana.

Terakhir, di kepulauan, urban farmingSumut mayoritas ada di Kabupaten Nias Selatan dengan 11 unit.

"Ini salah satu hikmah dari pandemi COVID-19 lalu. Masyarakat mampu memanfaatkan ruang-ruang kecil untuk bertani yang hasilnya dapat mendukung ekonomi rumah tangga," kata Nurul, warga Sumut pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.