Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Bangun Kembali Pendidikan Kesehatan

📅 Selasa, 05 Des 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Pentingnya Bangun Kembali Pendidikan Kesehatan Doc: antaranews
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya membangun kembali pendidikan kesehatan. Hal tersebut penting untuk mendorong produktivitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di masa mendatang agar bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

"Kalau produktif, di tahun 2030, tahun 2035 mereka akan bisa mendorong rata-rata pendapatan per kapita di atas 15 juta per tahun," ujar Menkes dalam Peluncuran Perangkat Ajar Kesehatan, di Jakarta, Senin (4/12).

Dia mencontohkan pentingnya pendidikan kesehatan hari ini dapat dilihat dari tingginya tingkat obesitas di kalangan remaja, karena salah satu penyebabnya adalah kurang bergerak. Dalam jangka panjang, obesitas berpotensi menjadi kanker, stroke, dan penyakit jantung.

Menkes menambahkan, program preventif untuk mendidik masyarakat menjaga kesehatan sangat kurang, bahkan di lingkungan sekolah. Hal tersebut berbeda dengan periode sebelumnya dengan adanya materi empat sehat lima sempurna, serta senam kesehatan jasmani. "Artinya, pendidikan kesehatan dulu itu hebat, bagus," jelasnya.

Perangkat Ajar

Dia mengatakan, pihaknya menyediakan perangkat ajar kesehatan yang berkolaborasi dengan kementerian terkait bidang pendidikan untuk membang kembali pendidikan kesehatan di setiap jenjang pendidikan. Menurutnya, ada tiga hal dalam metode pendidikan kesehatan yaitu lingkungan, makanan, dan perilaku.

"Dididik ketiga hal itu sejak dini. Terima kasih telah memberi kesempatan memasukan bahan ajaran bagaimana hidup sehat baik lingkungan, makanan, dan perilaku di setiap jenjang," katanya.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes, Maria Endang, menerangkan perangkat ajar ini nantinya membantu warga satuan pendidikan untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perangkat ajar ini masuk ke dalam Kurikulum Merdeka dan didesiminasikan melalui Platform Merdeka Mengajar. Setidaknya ada 22 topik yang akan masuk dalam perangkat ajar ini.

"Terdapat 22 topik kesehatan perilaku kesehatan yang diharapkan dilakukan oleh anak usia sekolah yang bisa ditularkan kepada seluruh anggota keluarga," ucapnya.

Dia menuturkan, fokus topik sendiri ada pada gizi, sanitasi, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi, imunisasi, aktivitas fisik. Kemudian ada pemeriksaan kesehatan, kepatuhan pengobatan, hingga kesiapsiagaan bencana dan lain-lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.