Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Tetap Operasikan Pesawat Militer Osprey Meski Jepang Serukan Larangan Terbang

📅 Sabtu, 02 Des 2023, 08:54 WIB | Oleh:
AS Tetap Operasikan Pesawat Militer Osprey Meski Jepang Serukan Larangan Terbang Doc: Kyodo
Ket. File foto yang diambil pada September 2018 memperlihatkan pesawat CV-22 Osprey di Pangkalan Udara Yokota militer AS di pinggiran barat Tokyo.

TOKYO - Militer AS terus menerbangkan pesawat Osprey dengan rotor miring di Jepang pada Jumat (1/12), meskipun Tokyo meminta untuk menghentikan operasi pesawat tersebut setelah terjadi kecelakaan dua hari sebelumnya di dekat pulau Yakushima di barat daya.

Dilaporkan Kyodo News, Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa pada hari sebelumnya mengatakan, Jepang telah diberitahu oleh Kedutaan Besar AS di Tokyo bahwa Washington mengakui permintaan resmi untuk melarang terbang pesawat tersebut.

Kecelakaan pesawat CV-22 Angkatan Udara AS pada Rabu sore menewaskan seorang awak, menandai kematian pertama di Jepang dalam kecelakaan yang melibatkan Osprey. Tujuh awak lainnya masih hilang, sehingga Jepang meminta AS untuk menghentikan operasi Osprey-nya sampai yakin pesawat tersebut aman untuk terbang.

Namun Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan, ada 20 penerbangan MV-22 Osprey AS, varian yang digunakan Korps Marinir AS, dari pangkalan di prefektur pulau selatan Okinawa mulai Kamis pagi hingga pukul 15.30 pada hari yang sama, menurut kementerian.

Kyodo News mengkonfirmasi bahwa Osprey lepas landas sekitar pukul 11:30 pada Jumat dari Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma di Okinawa, menampung sebagian besar fasilitas militer AS di Jepang.

Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno menyatakan keprihatinannya pada hari Jumat: "penerbangan dilakukan tanpa penjelasan yang memadai mengenai keselamatan, meskipun ada permintaan berulang kali dari Jepang."

Di Washington pada Kamis, juru bicara Departemen Pertahanan AS Sabrina Singh mengatakan militer terus mengoperasikan pesawat Osprey di Jepang dan dia tidak mengetahui bahwa Pentagon telah menerima permintaan resmi dari Jepang untuk menghentikan penerbangan Osprey.

Pernyataannya muncul setelah Menteri Pertahanan dan Menlu Jepang mengatakan pada Kamis telah meminta AS untuk menghentikan operasi pesawat Osprey-nya. Hal itu menunjukkan kurangnya komunikasi yang efektif antara Tokyo dan Washington mengenai masalah ini.

Singh juga menekankan dalam konferensi pers, fokus Pentagon adalah mencari orang hilang dan menyelidiki penyebab insiden tersebut.

"Kami memiliki komitmen terhadap keselamatan. Saat ini ada penyelidikan yang sedang menentukan dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan pesawat ini," ujarnya.

"Jika penyelidikan tersebut membuahkan hasil yang mengharuskan departemen mengubah apa pun mengenai Osprey atau mengambil langkah tambahan, kami pasti akan melakukan itu," tambahnya.

Di Tokyo, Matsuno, juru bicara pemerintah, menekankan pada hari Jumat bahwa Jepang telah "secara resmi" meminta Washington untuk tidak melakukan penerbangan Osprey kecuali untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Hal ini "sangat disesalkan" karena kecelakaan Osprey telah menyebabkan "kecemasan besar bagi masyarakat," kata Matsuno pada konferensi pers rutin, dan mendesak Amerika Serikat untuk memberikan lebih banyak informasi tentang keselamatan pesawat tersebut.

Menteri Pertahanan Jepang Minoru Kihara mengatakan pada konferensi pers terpisah pada hari yang sama, "Saya rasa belum ada informasi yang cukup" dari Amerika Serikat mengenai kecelakaan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.