Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Fransiskus Berharap agar Jeda Kemanusiaan di Gaza Diperpanjang

📅 Jumat, 01 Des 2023, 05:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paus Fransiskus Berharap agar Jeda Kemanusiaan di Gaza Diperpanjang Doc: ANDREAS SOLARO/AFP/GETTY IMAGES

JENEWA - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, mengutarakan harapannya untuk perpanjangan jeda kemanusiaan di Jalur Gaza, serta mengingatkan semua orang, kecuali produsen senjata, perang selalu menjadi sebuah kekalahan.

"Saya berharap gencatan senjata yang sedang berlangsung di Gaza dapat berlanjut, sehingga semua sandera dapat dibebaskan, dan bantuan kemanusiaan yang diperlukan bisa masuk," kata Paus Fransiskus pada akhir audiensi umum, Rabu (30/11).

Seperti dikutip dari Antara, Paus menegaskan perang selalu merupakan kekalahan. Semua orang kalah. "Ya, tidak semua orang--ada kelompok yang mendapat banyak uang. Mereka yang membuat senjata. Mereka mendapat banyak uang dari kematian orang lain," lanjut Paus Fransiskus.

Usai berbicara di sebuah Gereja Katolik di Gaza, Paus Fransiskus menceritakan warga Gaza tidak memiliki air ataupun roti untuk dimakan. "Rakyatlah yang menderita, bukan mereka yang berperang yang menderita," ujar dia.

Pada Senin (27/11), Qatar mengumumkan perpanjangan jeda kemanusiaan selama dua hari, dari semula empat hari, yang telah disepakati oleh Israel dan kelompok Hamas.

Selama jeda tersebut, Israel menghentikan sementara serangannya di Gaza dan kedua pihak menyetujui masuknya bantuan kemanusiaan serta melakukan pertukaran tahanan.

Berusaha Diperpanjang

Para juru runding yang sedang berupaya memperpanjang gencatan senjata enam hari di Gaza meyakini kesepakatan itu bisa diperpanjang dua hari lagi, kata dua sumber keamanan Mesir pada Rabu (29/11).

Sumber tersebut mengatakan negosiasi untuk pembebasan warga sipil yang menjadi sandera berjalan dengan baik, tapi pembebasan tentara yang ditahan Hamas menemui kendala.

Israel dan Hamas menyepakati jeda kemanusiaan pada Jumat pekan lalu sejak serangan mematikan 7 Oktober 2023.

Sejauh ini, Hamas telah membebaskan 60 perempuan dan anak-anak Israel dari 240 sandera yang mereka tangkap dalam serangan mematikan pada 7 Oktober 2023.

Sebagai gantinya, Israel telah membebaskan 180 tahanan asal Palestina, yang semuanya perempuan dan remaja. Israel menyatakan bersedia memperpanjang gencatan senjata jika Hamas membebaskan 10 sandera per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.