Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kearifan Lokal Dinilai Penting Dalam Mitigasi Bencana di Objek Wisata

📅 Selasa, 28 Nov 2023, 17:22 WIB | Oleh:
Kearifan Lokal Dinilai Penting Dalam Mitigasi Bencana di Objek Wisata Doc: ANTARA/Idhad Zakaria
Ket. Embun beku menyelimuti kawasan Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara, Jateng, yang menjadi salah satu detisnasi wisata.

JAKARTA - Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indra Ni Tua menilai pemanfaatan kearifan lokal berperan penting dalam upaya mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di objek wisata tertentu.

"Nilai-nilai kearifan lokal di Indonesia itu sudah luar biasa. Bagaimana penyebaran informasinya, bagaimana penanggulangan keadaan darurat dan preventif maupun kuratifnya, itu sudah ada kearifan lokalnya," kata Indra dalam seminar ilmiah cuaca dan iklim yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Indra mengingatkan Indonesia memang memiliki keunggulan destinasi alam dan budaya yang menjadi daya tarik utama di sektor pariwisata. Namun, lokasi destinasi tersebut kebanyakan berada di wilayah yang rawan bencana sehingga kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan penerapan manajemen yang terpadu.

Selain memanfaatkan kearifan lokal atau pengetahuan masyarakat setempat, penggunaan teknologi yang mampu mendeteksi cuaca juga dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Indra mencontohkan penggunaan teknologi sistem peringatan dini (early warning system) yang dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat atau komunitas setempat di beberapa wilayah di Indonesia. Teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di lebih banyak lokasi destinasi.

"Itu sudah dilakukan dan memang bisa dilakukan oleh destinasi yang ada. Walaupun teknologinya kelihatan tinggi, tapi percayalah bahwa pengelola desa wisata dan destinasi wisata atau para pemuda dan masyarakat bisa mengembangkan sistem ini," ujar dia.

Indra menekankan pentingnya pemantauan potensi bencana di lokasi-lokasi wisata secara intensif. Oleh sebab itu, Kemenparekraf selama ini melakukan monitoring bencana alam di berbagai wilayah secara rutin melalui laporan hariancrisis detection analysis(CDA).

"Itu (rekap data) menjadi penting karena kekhasan Indonesia secara alam dan budaya portofolio wisatanya luar biasa. Di sisi lain, Indonesia terletak di daerah bencana atauring of firesehingga kita perlu memantau secara intensif mengenai potensi bencana," kata dia.

Kemenparekraf juga telah bekerja sama dengan Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) untuk melakukan identifikasi risiko CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability) dan kebencanaan di 58 desa wisata pada 2022.

Melalui kolaborasi dengan DRRC UI, kementerian itu menerbitkan 20 modul pelatihan "HSE dan Kebencanaan" yang dapat digunakan oleh pelaku wisata. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.