Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok dan AS Saling Tuding Soal Kapal AS di Laut Tiongkok Selatan

📅 Minggu, 26 Nov 2023, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok dan AS Saling Tuding Soal Kapal AS di Laut Tiongkok Selatan Doc: X/@USNavy
Ket. Kapal perusak AS berpeuru kendali, USS Hopper. Militer Tiongkok mengatakan telah mengusir kapal perang AS yang menurut Angkatan Laut AS sedang melakukan operasi kebebasan navigasi rutin.

BEIJING - Tiongkok dan Amerika Serikat saling tuding pada akhir pekan mengenai sengketa Laut Tiongkok Selatan, setelah militer Tiongkok mengatakan telah mengusir kapal perang AS yang menurut Angkatan Laut AS sedang melakukan operasi kebebasan navigasi rutin.

Menurut sebuah postingan di akun media sosial resmi WeChat Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok pada Sabtu (25/11), militer Tiongkok mengerahkan angkatan laut dan udaranya untuk "melacak, memantau, dan memperingatkan" kapal perusak AS tersebut.

Angkatan Laut AS mengatakan pada Minggu (26/11) bahwa Hopper telah "menegaskan hak navigasi di Laut Tiongkok Selatan dekat Kepulauan Paracel, sesuai dengan hukum internasional".

Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan, yang merupakan jalur perdagangan kapal tahunan senilai lebih dari 3 triliun dolar AS, termasuk sebagian yang diklaim oleh Filipina, Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Pengadilan Arbitrase Permanen pada tahun 2016 mengatakan klaim Tiongkok tidak memiliki dasar hukum.

Filipina dan Australia memulai patroli laut dan udara gabungan pertama mereka di laut tersebut pada hari Sabtu, beberapa hari setelah Beijing menuduh Manila meminta pasukan asing untuk berpatroli di Laut Tiongkok Selatan, mengacu pada patroli bersama militer Filipina dan AS.

Insiden akhir pekan ini, kata Tiongkok, "membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah 'pencipta risiko keamanan' di Laut Tiongkok Selatan".

Letnan Kristina Weidemann, wakil juru bicara Armada ke-7 AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email: "Amerika Serikat menentang klaim maritim yang berlebihan di seluruh dunia tanpa memandang identitas penggugat.

"Klaim maritim yang melanggar hukum dan meluas di Laut Tiongkok Selatan merupakan ancaman serius terhadap kebebasan laut."

Awal bulan ini, Amerika Serikat dan Tiongkok mengadakan pembicaraan mengenai masalah maritim, termasuk sengketa Laut Tiongkok Selatan, di mana AS menggarisbawahi kekhawatiran mengenai apa yang mereka sebut sebagai tindakan Tiongkok yang "berbahaya dan melanggar hukum", kata Departemen Luar Negeri AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.