Manfaatkan Sisa Minyak 'Hotpot' sebagai Bahan Bakar Jet
📅 Sabtu, 25 Nov 2023, 02:32 WIB | Oleh: Tim PenulisMengolah Sampah Makanan
Model bisnis Jinshang adalah bagian dari upaya yang lebih luas di Tiongkok untuk mengatasi tumpukan sampah makanan yang dihasilkan oleh populasinya yang berjumlah 1,4 miliar jiwa.
Menurut studi Nature pada tahun 2021, sekitar 350 juta ton hasil pertanian atau lebih dari seperempat produksi tahunan, terbuang sia-sia di negara ini setiap tahunnya, dibuang oleh restoran, supermarket, atau konsumen,.
Di tempat pembuangan sampah, sisa makanan yang membusuk mengeluarkan gas metana yang menghangatkan atmosfer lebih cepat dibandingkan sebagian besar bahan lainnya, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini sangat memusingkan bagi kota-kota di Tiongkok dan merupakan ancaman besar terhadap tujuan iklim global, padahal Beijing berjanji akan atasi melalui rencana emisi metana baru-baru ini dengan menyerukan pembangunan proyek pengolahan limbah makanan inovatif di seluruh negeri dalam beberapa tahun ke depan.
Di Shanghai, fasilitas pengolahan sampah kota telah beralih ke lalat tentara hitam untuk mengubah berton-ton sampah makanan setiap tahunnya menjadi pupuk dan pakan ternak.
"Di pabrik pengolahan limbah Laogang, terdapat ruangan tertutup yang menampung 500 juta belatung, yang memakan hingga 2.500 ton limbah makanan setiap hari," ucap wakil direktur pabrik Wu Yuefeng.
Sebaiknya Anda baca juga:
Belatung yang menggeliat mengeluarkan zat berwarna hitam seperti kotoran yang bisa digunakan kembali sebagai pupuk, sedangkan larvanya sendiri dibunuh dan dipanen saat sudah mencapai puncaknya untuk dijadikan pakan ternak.
Kembali ke Chengdu, pemikiran bahwa makan malamnya memiliki prospek berkelanjutan dan lebih produktif ini, telah membawa kelegaan bagi penggemar hotpot bernama Dong. "Pemanfaatan dan sirkulasi sisa limbah makanan ke seluruh lapisan masyarakat ini ternyata memiliki banyak kegunaan," ujar Dong. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!