Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi Jadi Ancaman, Pemimpin Dunia Harus Buat Batasan AI

📅 Sabtu, 18 Nov 2023, 00:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Meski ketegangan mereda, Biden menyatakan bahwa Washington adalah sekutu yang lebih baik bagi 21 negara anggota blok tersebut dibanding Beijing.

Dia mengatakan Xi telah bertanya kepadanya pada Rabu mengapa AS begitu terlibat di Pasifik.

"Saya bilang itu karena kita adalah negara Pasifik. Karena kita, tercipta perdamaian dan keamanan di kawasan ini sehingga memungkinkan Anda untuk berkembang. Dia tidak setuju," kata Biden.

Biden juga mengadakan pertemuan tripartit dengan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, yang ia jadikan tuan rumah pada pertemuan puncak bersejarah di Camp David pada Agustus.

Kishida dan Xi mengadakan pertemuan pertama mereka dalam satu tahun, dan pemimpin Jepang tersebut menyuarakan "keprihatinan serius" atas aktivitas militer Tiongkok di perairan dekat Jepang dan "kolaborasi Beijing dengan Rusia".

Dia juga menuntut Tiongkok mencabut larangan terhadap makanan laut Jepang, yang diberlakukan setelah Tokyo mulai membuang air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke Samudera Pasifik pada Agustus.

Bersaing Pengaruh

AS dan Tiongkok juga bersaing untuk mendapatkan pengaruh di wilayah yang sangat dinamis yang membentang dari pesisir Kanada hingga Cile dan hingga Australia, Malaysia, dan Russia.

Meskipun Tiongkok telah menawarkan infrastruktur dan pinjaman melalui program Belt and Road, AS sibuk berusaha memperkuat aliansi melalui perdagangan dan perjanjian lainnya.

Salah satu hal penting dalam platform ini adalah Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik untuk Kemakmuran atau Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), sebuah pakta perdagangan longgar yang dimaksudkan untuk mengikat AS dan 13 negara demokrasi yang berpikiran sama seperti Australia dan Korea Selatan.

Namun, IPEF sudah mencapai batasnya karena adanya oposisi politik dalam negeri AS yang memegang teguh elemen kuncinya. "Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan, namun kami membuat kemajuan besar," kata Biden.

Sementara itu, Xi Jinping menampilkan pesonanya sendiri di KTT APEC dengan berusaha memenangkan investasi asing di perekonomian Tiongkok yang terpuruk dan menyerukan diakhirinya ketegangan dengan AS.

"Kawasan ini tidak bisa dan tidak boleh menjadi arena persaingan geopolitik, apalagi jika terjerumus ke dalam perang dingin baru atau konfrontasi berbasis kamp," katanya dalam pidato tertulis di hadapan para CEO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.